Perusahaan Venezuela Beri Tunjangan Telur pada Karyawan

Kompas.com - 19/02/2018, 06:07 WIB
Deretan rak bahan pangan yang nyaris kosong di sebuah supermarket di Caracas, Venezuela, pada 11 Januari 2018. Juan Barreto / AFPDeretan rak bahan pangan yang nyaris kosong di sebuah supermarket di Caracas, Venezuela, pada 11 Januari 2018.

CARACAS, KOMPAS.com - Sebuah perusahaan di Venezuela memberikan tunjangan yang disebut sebagai "bonus motivasi." Bonus tersebut ditawarkan dengan harapan bisa merekrut lebih banyak karyawan.

Seperti diwartakan Al-Jazeera, Senin (19/2/2018), perusahaan tersebut memberikan gaji sebesar 10 dollar AS per bulan. Di samping itu, karyawan juga diberikan tunjangan berupa 144 butir alias 12 lusin telur.

Perusahaan tersebut, yakni Atlas Security yang berkantor pusat di negara bagian Zulia memberikan bonus yang tak biasa tersebut bagi karyawan yang selalu datang tepat waktu ke kantor. Selain itu, karyawan juga harus selalu tampil profesional.

Ide Atlas Security untuk memberikan 36 kotak telur sepekan tersebut tidak terlepas dari kelangkaan bahan-bahan makanan yang terjadi di Venezuela. Di pasar gelap, harga telur kini mencapai kira-kira 2 dollar AS.  Mengutip dolartoday.com, harga 1 dollar AS di pasar gelap mencapai sekitar 230.000 bolivar. Padahal pemerintah Venezuela sendiri mematok 10 bolivar per dollar AS.

Baca juga: Venezuela, Negara yang Ekonominya Paling Menyedihkan di Dunia

"Banyak (karyawan) yang tidak mematuhi aturan-aturan mendasar ini, sehingga kami melakukan ini (memberi tunjangan telur)," kata Cindy Fuenmayor, manajer personalia Atlas Security.

Fuenmayor menuturkan, pihaknya menerima banyak lamaran kerja sejak tunjangan tersebut diumumkan. Ia memandang, tunjangan tersebut merupakan hal yang inovatif dan insentif yang bagus.

Menurut dia, ada sekitar 200 posisi pekerjaan yang tersedia di Atlas Security, utamanya adalah sebagai petugas keamanan di ladang pertanian.

Bonus berupa makanan dan transportasi menjadi hal yang amat penting bagi warga Venezuela di saat negara tersebut mengalami hiperinflasi (inflasi melonjak sangat tinggi). Nilai tukar mata uang bolivar pun anjlok sehingga upah minimum di pasar gelap hanya sekitar 1 dollar AS per bulan.

Dengan tingkat kriminal berupa pembunuhan di Venezuela berada pada peringkat tertinggi di dunia saat ini, petugas keamanan kerap kali menjadi korban.

Presiden Nicolas Maduro menyatakan bahwa kondisi yang dialami Venezuela adalah imbas perang ekonomi, yang diyakininya didalangi AS. Sementara itu, sejumlah kritik menyatakan pemerintahan Maduro telah mengobrak-abrik perekonomian dengan cara inkompetensi dan korupsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.