Kompas.com - 19/02/2018, 13:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Nasdem yang kini menjadi salah satu calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat berniat membeli Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, NTT.

Bandara Komodo merupakan salah satu dari dari 10 bandara yang akan dilelang pemerintah kepada swasta untuk dikembangkan lebih lanjut.

Pemerintah akan melakukan perpanjangan landasan pacu, perluas apron dan pengembangan terminal Bandara Komodo dengan investasi sebesar Rp 500 miliar.

Untuk pengerjaan proyek ini, pemerintah menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KBPU). Pemerintah akan melakukan tender pada Maret 2018.

Baca juga: Menko Luhut: Pembangunan Sejumlah Bandara akan Gunakan Dana Swasta

Ketertarikan Victor Laiskodat untuk ikut tender proyek Bandara Komodo ini karena tanahnya seluas 2,8 hektar (ha) ikut terdampak proyek perluas bandara. Victor mengatakan, dirinya tidak menginginkan ganti rugi berupa uang atas tanah tersebut, tetapi ganti rugi berupa tanah dengan luas yang sama walaupun tidak dalam satu hamparan.

Menurut dia, hingga kini pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat, NTT selaku pihak yang melakukan pembebasan lahan, belum mampu menyedikan lahan ganti rugi itu.

Victor mengatakan terkait tanah ini, dirinya sudah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan. "Akhirnya, saya bilang ke Menteri Perhubungan, 'saya beli saja bandara ini,'" ujarnya di Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Namun, negosiasi antara dirinya dengan pemerintah pusat belum menemukan titik temu terkait komposisi kepemilikan saham (shareholder) di Bandara Komodo ini.

Menurut Victor, pemerintah menginginkan pembagian saham 49:51 yaitu 49 persen dirinya dan 51 persen pemerintah atau BUMN. Tetapi Victor tidak setuju dengan skema pembagian itu.

"Saya mau 70:30, saya 70, kamu (pemerintah) 30. Saya bilang, landbase saya, air base pemerintah. Dengan catatan, saya tambah lagi likuidutas (pendanaan)," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada banyak investor swasta yang tertarik ikut dalam proses lelang penggembangan Bandara Komodo ini.

Budi antara lain menyebut dua perusahaan asing yaitu GVK dari India dan Vinci Airport dari Prancis. Selain dua perusahaan asing itu, dari dalam negeri, BUMN pengelola bandara yaitu Angkasa Pura I juga, menurut Budi berminat. (Kontan/ Petrus Dabu)

Berita ini sudah tayang dengan judul Victor Laiskodat berniat beli Bandara Komodo di Labuan Bajo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Whats New
Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Whats New
Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

BrandzView
MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

Whats New
Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Whats New
Perkuat Layanan Payments, Modalku Akuisisi CardUp

Perkuat Layanan Payments, Modalku Akuisisi CardUp

Whats New
Pertamina Pastikan Per 1 Juli, Beli Pertalite atau Solar Tanpa Kode QR Masih Dilayani

Pertamina Pastikan Per 1 Juli, Beli Pertalite atau Solar Tanpa Kode QR Masih Dilayani

Whats New
Kemendagri Gelar Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penyelesaian Batas Desa

Kemendagri Gelar Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penyelesaian Batas Desa

Rilis
Dicap Menyusahkan, Aplikasi MyPertamina Dihujani Review Bintang 1

Dicap Menyusahkan, Aplikasi MyPertamina Dihujani Review Bintang 1

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.