Viktor Laiskodat Ingin Beli Bandara Komodo

Kompas.com - 19/02/2018, 13:41 WIB
Viktor Bungtilu Laiskodat saat bersama warga Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (20/1/2018) KOMPAS.com/Sigiranus Marutho BereViktor Bungtilu Laiskodat saat bersama warga Lelogama, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (20/1/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Nasdem yang kini menjadi salah satu calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat berniat membeli Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, NTT.

Bandara Komodo merupakan salah satu dari dari 10 bandara yang akan dilelang pemerintah kepada swasta untuk dikembangkan lebih lanjut.

Pemerintah akan melakukan perpanjangan landasan pacu, perluas apron dan pengembangan terminal Bandara Komodo dengan investasi sebesar Rp 500 miliar.

Untuk pengerjaan proyek ini, pemerintah menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KBPU). Pemerintah akan melakukan tender pada Maret 2018.

Baca juga: Menko Luhut: Pembangunan Sejumlah Bandara akan Gunakan Dana Swasta

Ketertarikan Victor Laiskodat untuk ikut tender proyek Bandara Komodo ini karena tanahnya seluas 2,8 hektar (ha) ikut terdampak proyek perluas bandara. Victor mengatakan, dirinya tidak menginginkan ganti rugi berupa uang atas tanah tersebut, tetapi ganti rugi berupa tanah dengan luas yang sama walaupun tidak dalam satu hamparan.

Menurut dia, hingga kini pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat, NTT selaku pihak yang melakukan pembebasan lahan, belum mampu menyedikan lahan ganti rugi itu.

Victor mengatakan terkait tanah ini, dirinya sudah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan. "Akhirnya, saya bilang ke Menteri Perhubungan, 'saya beli saja bandara ini,'" ujarnya di Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Namun, negosiasi antara dirinya dengan pemerintah pusat belum menemukan titik temu terkait komposisi kepemilikan saham (shareholder) di Bandara Komodo ini.

Menurut Victor, pemerintah menginginkan pembagian saham 49:51 yaitu 49 persen dirinya dan 51 persen pemerintah atau BUMN. Tetapi Victor tidak setuju dengan skema pembagian itu.

"Saya mau 70:30, saya 70, kamu (pemerintah) 30. Saya bilang, landbase saya, air base pemerintah. Dengan catatan, saya tambah lagi likuidutas (pendanaan)," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ada banyak investor swasta yang tertarik ikut dalam proses lelang penggembangan Bandara Komodo ini.

Budi antara lain menyebut dua perusahaan asing yaitu GVK dari India dan Vinci Airport dari Prancis. Selain dua perusahaan asing itu, dari dalam negeri, BUMN pengelola bandara yaitu Angkasa Pura I juga, menurut Budi berminat. (Kontan/ Petrus Dabu)

Berita ini sudah tayang dengan judul Victor Laiskodat berniat beli Bandara Komodo di Labuan Bajo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minyak Goreng Rp 14.000 Langka, Pengusaha Ritel Sentil Produsen dan Distributor

Minyak Goreng Rp 14.000 Langka, Pengusaha Ritel Sentil Produsen dan Distributor

Whats New
Biaya, Syarat, dan Cara Mengurus STNK Hilang atau Rusak di Samsat

Biaya, Syarat, dan Cara Mengurus STNK Hilang atau Rusak di Samsat

Whats New
Salurkan Kredit ke Sektor Prioritas, Bank Akan Dapat Insentif

Salurkan Kredit ke Sektor Prioritas, Bank Akan Dapat Insentif

Whats New
Transaksi Belanja di Malaysia dan Thailand Bisa Pakai QRIS

Transaksi Belanja di Malaysia dan Thailand Bisa Pakai QRIS

Whats New
Omicron Melonjak, Sri Mulyani: Ini Akan Jadi Perhatian agar Tak Pengaruhi Pemulihan Ekonomi

Omicron Melonjak, Sri Mulyani: Ini Akan Jadi Perhatian agar Tak Pengaruhi Pemulihan Ekonomi

Whats New
OJK Ingatkan, Hati-hati jika Ada Pinjol Ilegal 'Catut' Nama OJK

OJK Ingatkan, Hati-hati jika Ada Pinjol Ilegal "Catut" Nama OJK

Spend Smart
Perluas Layanan QRIS ke Negara Tetangga, BI Gandeng Bank Negara Malaysia

Perluas Layanan QRIS ke Negara Tetangga, BI Gandeng Bank Negara Malaysia

Whats New
Tingkat Utang RI Naik 10,8 Persen, Sri Mulyani: Lebih Baik Dibanding Negara Berkembang Lain

Tingkat Utang RI Naik 10,8 Persen, Sri Mulyani: Lebih Baik Dibanding Negara Berkembang Lain

Whats New
Targetkan 10 Juta Pohon, Mentan: Alhamdulillah, Kopi Indonesia Sangat Diminati...

Targetkan 10 Juta Pohon, Mentan: Alhamdulillah, Kopi Indonesia Sangat Diminati...

Whats New
Bank Indonesia Prediksi The Fed Naikkan Fed Fund Rate 4 Kali di Tahun Ini

Bank Indonesia Prediksi The Fed Naikkan Fed Fund Rate 4 Kali di Tahun Ini

Whats New
 IHSG dan Rupiah pada Sesi I Merah

IHSG dan Rupiah pada Sesi I Merah

Spend Smart
Lewat “Petrofin Peduli”, Elnusa Petrofin Gelar 640 CSR Sepanjang Tahun 2021

Lewat “Petrofin Peduli”, Elnusa Petrofin Gelar 640 CSR Sepanjang Tahun 2021

Rilis
Bos BI Prediksi Suku Bunga The Fed Naik di Bulan-bulan Ini

Bos BI Prediksi Suku Bunga The Fed Naik di Bulan-bulan Ini

Whats New
G20 Jadi Peluang Kampanye Pemberdayaan Disabilitas, Menaker: Mereka Sulit Dapat Kerja

G20 Jadi Peluang Kampanye Pemberdayaan Disabilitas, Menaker: Mereka Sulit Dapat Kerja

Whats New
Polri Buka Lowongan Kerja Perwira Lulusan Sarjana, Minat?

Polri Buka Lowongan Kerja Perwira Lulusan Sarjana, Minat?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.