Tahun 2017, Pengguna Internet di Indonesia Mencapai 143,26 Juta Orang

Kompas.com - 19/02/2018, 16:11 WIB
Konferensi pers Survei Penetrasi dan Perilaku Internet Indonesia 2017 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Jakarta, Senin (19/2/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Konferensi pers Survei Penetrasi dan Perilaku Internet Indonesia 2017 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di Jakarta, Senin (19/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun 2017, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa. Angka tersebut meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2016 yang tercatat mencapai 132,7 juta jiwa.

Data tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII).

Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono menjelaskan, jumlah pengguna internet pada tahun 2017 tersebut mencakup 54,68 persen dari total populasi Indonesia yang mencapai 262 juta orang.

"Setiap tahun memang angkanya naik terus," kata Henri dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Baca juga : 65 Persen Pengguna Internet Percaya Mentah-mentah Informasi Dunia Maya

Berdasarkan jenis kelamin, komposisi pengguna internet di Indonesia adalah 51,43 persen laki-laki dan 48,57 persen perempuan. Adapun berdasarkan usia, sebanyak 16,68 persen pengguna berusia 13-18 tahun dan 49,52 persen berusia 19-34 tahun.

Sementara itu, persentase pengguna internet berusia 35-54 tahun mencapai 29,55 persen. Pengguna internet berusia 54 tahun ke atas mencapai 4,24 persen.

Berdasarkan wilayah, lebih dari separuh atau 58,08 persen pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 berada di Pulau Jawa.

Adapun sekitar 19 persen berada di Sumatera, 7,97 persen di Kalimantan, 5,63 persen berada di Bali dan Nusa Tenggara, 6,73 persen berada di Sulawesi, serta 2,49 persen di Maluku dan Papua.

Baca juga : Riset UGM: Jumlah Pengguna Internet Pengaruhi PDB

Bila dilihat dari karakter kota atau kabupaten, sebagian besar atau 72,41 persen pengguna internet berada di kawasan urban alias perkotaan.

Sementara itu, sebanyak 49,49 persen berada di kawasan rural-urban dan 48,25 persen berada di kawasan rural.

"Yang terjadi adalah infrastruktur di urban sudah sangat bagus, tapi yang di rural masih perlu ditingkatkan (infrastrukturnya) untuk menaikkan jumlah penetrasi," terang Henri.

Berdasarkan tingkat pendidikan, sebanyak 88 persen pengguna internet di Indonesia merupakan lulusan S2 atau S3, kemudian 79,23 persen merupakan lulusan sarjana atau diploma. Pengguna internet yang merupakan lulusan SMA atau sederajat mencapai 70,54 persen.

Baca juga : Pengguna Internet Indonesia 2016 Dalam Angka

Adapun pengguna internet lulusan SMP atau sederajat mencapai 48,53 persen dan lulusan SD atau sederajat mencapai 25,10 persen.

Sementara itu, pengguna internet yang tidak mengenyam pendidikan sama sekali mencapai 5,45 persen.

Kompas TV Untuk menangkal kabar bohong, pemerintah terus mengkampanyekan Gerakan Nasional Literasi Digital atau Siberkreasi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X