"Deal", Pemerintah Barter Komoditas dengan Pesawat Tempur Sukhoi

Kompas.com - 19/02/2018, 19:12 WIB
Teknisi sedang menyiapkan pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara sebelum terbang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2014). Sukhoi merupakan salah satu jenis pesawat tempur untuk pertahanan dan menjaga keamanan wilayah Indonesia. KOMPAS/HERU SRI KUMOROTeknisi sedang menyiapkan pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara sebelum terbang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/8/2014). Sukhoi merupakan salah satu jenis pesawat tempur untuk pertahanan dan menjaga keamanan wilayah Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, rencana barter pesawat Sukhoi Rusia dengan hasil komoditas Indonesia telah ada titik terang.

Pasalnya, perjanjian pembelian 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia seharga 1,14 milar dollar AS atau Rp 15,3 triliun (kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500) telah ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Rusia.

(Baca: Harga 11 Sukhoi Hasil Barter Komoditas Sekitar Rp 15 Triliun)

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, pembayaran Sukhoi tersebut setengahnya akan dilakukan dengan skema imbal beli.

Dalam hal ini, Pemerintah Rusia akan membeli komoditas yang ditawarkan dengan nilai setengah dari pembelian Sukhoi tersebut.

"Jadi sudah ada kepastian. Saat ini, kami sedang menyusun kesepakatan imbal belinya. Dan mereka harus membeli komoditas yang ditawarkan senilai 570 juta dollar AS atau Rp 7,69 triliun (kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500)," ujar Oke saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Meski demikian, Oke enggan menyebutkan komoditas apa saja yang nantinya masuk dalam kesepakatan imbal beli Sukhoi Rusia.

Akan tetapi, penyusunan kesepakan tersebut akan selesai pada akhir Februari ini.

Seperti diketahui, dalam rencana barter, beberapa komoditas telah mencuat ke publik, mulai dari karet hingga kerupuk telah ditawarkan pemerintah ke Rusia.

"Nanti belum (komoditas). Kita sudah tawarkan komoditas ekspor supaya mereka (Rusia) beli, tetapi, kan, kita melihat kebutuhan mereka. Pokoknya, dalam waktu dekat, harus segera, dalam bulan ini harus selesai," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X