Menteri PUPR Hentikan Sementara Semua Proyek Infrastruktur yang "Elevated"

Kompas.com - 20/02/2018, 11:16 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di UGM, Yogyakarta, Selasa (20/2/2018)Yoga Hastyadi Widiartanto Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di UGM, Yogyakarta, Selasa (20/2/2018)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghentikan sementara proyek-proyek elevated construction, menyusul terjadinya kecelakaan di proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) pada Selasa (20/2/2018) pagi tadi.

“Sekarang saya sudah perintahkan semua berhenti, dari LRT, tol dan jembatan, semua yang membutuhkan pengerjaan berat di atas atau elevated,” ucap dia saat ditemui di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (20/2/2018)

Dia mengatakan, penghentian dilakukan agar Komite Keselamatan Konstruksi bisa melakukan audit terhadap seluruh proyek infrastruktur yang memakai pengerjaan berat di atas (elevated).

Sekarang masih belum ditentukan sampai kapan penghentian proyek tersebut. Pertimbangan untuk menjalankan kembali proyek atau hal lain, baru akan dilakukan setelah adanya hasil audit dari Komite Keselamatan Konstruksi, Kemen PUPR.

Baca juga: Tiang Pancang Tol Becakayu Ambruk, Waskita Cek ke Lapangan

"Kalau sudah selesai audit, baru nanti go or no go, menunggu perintah saya lagi. Ini proyek yang dihentikan di seluruh Indonesia, yang elevated," imbuhnya.

Adapun, proyek infrastruktur yang akan dihentikan sementara antara lain adalah Tol Becakayu, Trans Jawa, Trans Sumatera, LRT Palembang, LRT Bekasi -Cibubur-Jakarta serta jembatan di Papua.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan konstruksi di proyek pembangunan tol Becakayu pada Selasa (20/2/2018) jam 4.00 pagi tadi.

Kecelakaan kerja tersebut berupa ambruknya pierhead. Total ada 7 orang pekerja yang menjadi korban dalam peristiwa itu.

Kompas TV Empat orang pekerja telah dievakuasi, sedangkan tiga orang pekerja lainnya diduga masih tertimbun material puing




Close Ads X