Kemenperin Unggulkan 5 Kategori untuk Revolusi Industri 4.0

Kompas.com - 21/02/2018, 11:45 WIB
Kepala BPPI, Kemenperin, Ngakan Timur Antara saat memberi kuliah umum mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Selasa (20/2/2018) Kementerian Perindustrian Kepala BPPI, Kemenperin, Ngakan Timur Antara saat memberi kuliah umum mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Selasa (20/2/2018)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian mengungkan lima kategori industri yang diunggulkan untuk berkembang dan memberikan dampak ekonomi besar dan menjadi fokus perhatian pemerintah dalam revolusi industri 4.0.

Kepala Balai Pengembangan dan Penelitian Industri, Kemenperin, Ngakan Timur Antara mengatakan kategori ungulan tersebut adalah Makanan dan Minuman, Tekstil, Kimia dan Peralatan Kimia, Otomotif, serta Elektronik.

"Dari kriteria impact, kemudahan, visibility, ada lima jenis industri yang akan kita dorong. Memang tidak semua industri bisa kita pukul rata, karena impact ekonomi mereka beda," terangnya saat ditemui usai memberi kuliah umum mahasiswa dan dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Selasa (20/2/2018).

Baca juga : Kemenperin Persiapkan Roadmap Menuju Revolusi Industri 4.0

Dia menambahkan dari lima kategori industri tersebut, ada pelaku yang sudah mulai menapak ke revolusi 4.0, ada juga yang masih belum.

Sebagai contoh di kategori Makanan dan Minuman, ujar Ngakan, terdapat perusahaan Mayora yang kini mulai melakukan otomatisasi produksi atau menggunakan robot.

Hal ini merupakan satu langkah menuju revolusi industri 4.0.

Langkah berikutnya, bisa saja perusahaan mulai masuk ke penerapan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk membuat proses produksi jadi lebih efisien.

Kemenperin sendiri sudah menyiapkan roadmap yang akan dilakukan untuk menyukseskan revolusi industri 4.0 sehingga hasilnya bisa terlihat pada 2030 mendatang.

Baca juga : Kecerdasan Buatan Kian Pengaruhi Cara Perekrutan di Banyak Perusahaan

Hasil yang diharapkan antara lain berupa penyerapan tenaga kerja 60 persen, membawa perekonomian Indonesia jadi top 10 terbesar di dunia, dan lainnya.

"Sudah tentu untuk persiapan kita perlu sosialisasi. Kita sudah buat roadmap revolusi industri 4.0 sampai 2030. Nanti akan kita sosialisasikan dulu baik internal, stakeholder maupun pemerintah. Karena ini agenda nasional jadi semua mesti sama sama tahu," pungkasnya.

Revolusi Industri

Revolusi industri 4.0 adalah istilah yang pertama kali muncul di Jerman pada tahun 2011. Pada pertemuan World Economic Forum 2015, Kanselir Jerman Angela Merkel menjelaskan, revolusi industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri.

Efek revolusi tersebut adalah meningkatnya efisiensi produksi karena menggunakan teknologi digital dan otomatisasi, serta perubahan komposisi lapangan kerja.

Ada kebutuhan tenaga kerja baru yang tumbuh pesat, sekaligus ada kebutuhan tenaga kerja lama yang tergantikan oleh mesin.

Kompas TV Robot dengan Kecerdasan Buatan Hasilkan Obat Baru




Close Ads X