Mendag Tak Akan Barter Sukhoi dengan Komoditas Mentah

Kompas.com - 22/02/2018, 08:45 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menggelar Konferensi Pers Bersama terkait skema imbal beli Sukhoi SU-35 di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoMenteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat menggelar Konferensi Pers Bersama terkait skema imbal beli Sukhoi SU-35 di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Rusia dipastikan telah sepakat untuk imbal dagang atau barter pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan komoditas Tanah Air.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pihaknya terbuka untuk imbal dagang menggunakan komoditas derivatif atau hasil pengolahan yang memiliki nilai tambah. Namun tidak akan memakai komoditas mentah yang harganya murah.

"Misalnya (pakai) karet, saya tidak mau jual karet mentah. Lalu kalau crude palm oil (CPO) juga boleh, tapi derivatifnya," ujarnya usai Seminar Quo Vadis Digital Ekonomi Indonesia, Rabu (21/2/2018).

"Saya juga menawarkan furniture dan kopi yang sudah diproses, bukan mentah," imbuhnya.

Baca juga : Deal, Pemerintah Barter Komoditas dengan Pesawat Tempur Sukhoi

Menurut Enggar, sapaan akrab Enggartiasto, tawaran imbal dagang menggunakan komoditas mentah cukup adil.

Pasalnya Indonesia bukan membeli onderdil pesawat dari Rusia, melainkan barang jadi yang sudah memilki nilai tambah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sampaikan ke Rusia ini kan beli pesawat terbang, jadi saya akan negosiasi soal (memakai komoditas) yang sudah diberi nilai tambah," terangnya.

Saat ini pemerintah dalam tahap menyiapkan kontrak imbal dagang tersebut. Rencananya Indonesia akan memberikan daftar mengenai komoditas yang dimiliki, sedangkan Rusia memilih komoditas apa saja yang dibutuhkan.

Baca juga : Bagaimana Kelanjutan Barter Komoditas dengan Sukhoi Rusia?

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan bahwa RI telah sepakat dengan Rusia terkait imbal beli atau barter pesawat tempur Sukhoi dengan komoditas Indonesia.

"Sudah (sepakat dan sudah ditandatangani)," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/2/2018) lalu.

Harga pembelian 11 Sukhoi SU-35 dari Rusia mencapai 1,14 milar dollar AS atau Rp 15,3 triliun dengan kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500.

Kompas TV Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Yuyu Sutisna, memastikan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35 tetap berjalan.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X