Perdagangan Nonmigas Indonesia dengan 5 Negara Ini Surplus di Januari

Kompas.com - 22/02/2018, 09:00 WIB
ilustrasi Thinkstockilustrasi

KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) mencatat neraca perdagangan nonmigas periode Januari 2018 mengalami surplus sebesar 182,6 juta dollar AS. 

Rinciannya, pada periode tersebut ekspor nonmigas mencapai 13,16 miliar dollar AS dan impornya sebesar 12,98 miliar dollar AS.

Tapi, neraca perdagangan total di bulan Januari 2018 mengalami defisit 676,9 juta dollar AS. Defisit neraca perdagangan total diakibatkan oleh defisit neraca perdagangan minyak dan gas (migas) sebesar 859,5 juta dollar AS.

Perdagangan nonmigas dengan India, AS, Pilipina, Belanda dan Bangladesh menyumbang surplus terbesar selama bulan Januari 2018 yang jumlahnya mencapai 2,3 miliar dollar AS.

Sementara perdagangan nonmigas dengan China, Thailand, Australia, Singapura, dan Jerman menyebabkan defisit terbesar yang jumlahnya mencapai 2,6 miliar dollar AS.

Baca juga : Kuartal III, Pertumbuhan Industri Nonmigas di Atas Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Awal yang Baik di Tahun 2018

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menilai adanya kenaikan ekspor nonmigas pada bulan Januari 2018 merupakan awal yang baik di tahun 2018.

Catatan Kemendag menunjukkan capaian nilai ekspor Indonesia pada bulan Januari 2018 tercatat sebesar 14,45 miliar dollar AS atau naik sebesar 7,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 (YoY).

Penguatan ekspor didukung oleh peningkatan ekspor minyak dan gas (migas) sebesar 1,10 persen dan nonmigas sebesar 8,57 persen.

“Kenaikan ekspor nonmigas periode Januari 2018 merupakan awal yang baik untuk mendukung optimisme pencapaian kinerja ekspor di tahun 2018," ujar Mendag melalui siaran pers ke Kompas.com.

Kenaikan ekspor nonmigas didorong oleh peningkatan ekspor beberapa produk, antara lain bahan bakar mineral (HS 27); perhiasan/permata (HS 71); besi dan baja (HS 72); bubur kayu/pulp (HS 47); ikan dan udang (HS 03); bijih, kerak, dan abu logam (HS 26); dan pakaian jadi bukan rajutan (HS 62).

Di samping itu, ekspor migas juga mengalami kenaikan yang didorong oleh peningkatan ekspor gas sebesar 20,84 persen.

Mendag juga menambahkan bahwa kenaikan ekspor nonmigas periode Januari 2018 didukung oleh peningkatan ekspor ke beberapa negara tujuan ekspor antara lain Arab Saudi (naik 42,8 persen); Filipina (naik 26,6 persen); Belanda (naik 24,4 persen); Bangladesh (naik 24,2 persen); China (naik 23,8 persen); Jepang (naik 19,5 persen); dan Amerika Serikat (naik 8,2 persen).

Sementara itu, ekspor nonmigas yang mengalami penurunan (YoY) antara lain ke India (turun 16,5 persen); Thailand (turun 5,6 persen); Vietnam (turun 7,4 persen); Pakistan (turun 32,3 persen); Australia (turun 23,0 persen), dan Spanyol (turun 13,9 persen).

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X