Sistem Ganjil Genap Diterapkan di Pintu Tol Bekasi Barat dan Timur

Kompas.com - 22/02/2018, 15:34 WIB
Kendaraan melintas di samping proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Pengerjaan proyek pembangunan LRT Jabodetabek yang meliputi tiga rute, yaitu  rute Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km telah mencapai 37 persen, rute Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,1 km telah mencapai 17 persen sementara rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km baru mencapai tiga persen. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/17. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarKendaraan melintas di samping proyek pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Cibubur-Cawang di Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta, Kamis (10/8/2017). Pengerjaan proyek pembangunan LRT Jabodetabek yang meliputi tiga rute, yaitu rute Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 km telah mencapai 37 persen, rute Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,1 km telah mencapai 17 persen sementara rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km baru mencapai tiga persen. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) akan membatasi kendaraan pribadi di jalan tol Jakarta-Cikampek. Salah satunya dengan menerapkan sistem pelat nomor ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Timur.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub, Bambang Prihartono mengatakan, dengan sistem tersebut maka pada tanggal genap hanya mobil bernomor polisi genap yang bisa masuk ke pintu tol.

Sebaliknya, pada tanggal ganjil hanya mobil bernomor polisi ganjil yang boleh masuk ke pintu tol. Dua pintu tol tersebut juga dipilih, karena selama ini kepadatan kendaraan mobil sering terjadi di dua pintu tol itu.

"Jadi ini bukan (penerapannya) di jalan tol, tetapi di periksa di pintu tol Bekasi Barat dan Timur. Nanti pas sebelum masuk dilihat plat nomornya. Kalau dari Tangerang sudah masuk ya enggak masalah," kata dia saat ditemui di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Baca juga: 91 Persen Jalan Tol di Indonesia Sudah Terapkan Non-Tunai

Menurut Bambang, kebijakan ini diambil agar mengurangi masyarakat sekitar Bekasi menggunakan kendaraan pribadi menuju ke Jakarta untuk berkerja. 

Kebijakan ini juga, lanjut Bambang, telah disetujui oleh pemangku kepentingan lain mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jasa Marga, serta kepolisan.

"Kebijakan ini sudah sosialisasi, sudah membagikan flyer di pintu tol. Saya minta semua stakeholder sosialisasi. Kita juga sedang siapkan teknis dengan dinas kota Bekasi menyiapkan rekayasa lalu lintas di Jalan Arteri," ucap dia. 

Bambang mengatakan, kebijakan ini akan diterapkan pada tanggal 12 Maret 2017 dan hanya berlaku mulai pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB pada hari kerja.

Dengan adanya kebijakan, Bambang berharap ada pergeseran 50 persen masyarakat yang tadinya menggunakan kendaraan pribadi menjadi angkutan umum. 

"Ini juga akan menurunkan VC ratio 0,7, sekarang rata-rata VC ration 1,2," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X