Perempuan Bisa Jadi Jagoan Industri Teknologi

Kompas.com - 25/02/2018, 15:07 WIB
Alpha JWC Ventures telah melaksanakan diskusi Alpha Leader Series dengan tema ?Alpha Female: How We Tech Up? di Spacemob Gama, Jakarta. Pada acara ini, panelis yang terdiri dari Dayu Dara Permata (SVP GO-JEK, Head of GO-LIFE), Grace Natalia (Co-Founder AsmaraKu), Sonia Barquin (Partner, Digital Banking di McKinsey & Co), dan Alyssa Maharani (Google Launchpad Accelerator Startup Success Manager) membahas bagaimana perempuan bisa maju di dunia kerja, terutama di industri teknologi pada Minggu (24/2/2018). Dok. Alpha JWC VenturesAlpha JWC Ventures telah melaksanakan diskusi Alpha Leader Series dengan tema ?Alpha Female: How We Tech Up? di Spacemob Gama, Jakarta. Pada acara ini, panelis yang terdiri dari Dayu Dara Permata (SVP GO-JEK, Head of GO-LIFE), Grace Natalia (Co-Founder AsmaraKu), Sonia Barquin (Partner, Digital Banking di McKinsey & Co), dan Alyssa Maharani (Google Launchpad Accelerator Startup Success Manager) membahas bagaimana perempuan bisa maju di dunia kerja, terutama di industri teknologi pada Minggu (24/2/2018).

KOMPAS.com - Perempuan memiliki banyak tantangan untuk maju di industri teknologi. Namun, empat perempuan ini membuktikan bahwa semua orang bisa jadi pimpinan, tak peduli stereotip apapun yang ada di masyarakat.

Empat perempuan ini yakni Grace Natalia (pendiri situs AsmaraKu), Dayu Dara Permata (SVP GO-JEK, Head of GO-LIFE), Sonia Barquin (Partner, McKinsey&Company), dan Alyssa Maharani (Google Launchpad Accelerator Startup Success Manager).

Mereka jadi pembicara dalam acara "Alpha Female: How We Tech Up", yang diselenggarakan firma investasi Alpha JWC Ventures.

Keempat pembicara membahas keseimbangan hidup dan karir, bagaimana mendapatkan dukungan untuk maju, hingga bagaimana cara membawa diri di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki.

Baca juga : Masih Banyak Peluang untuk Perempuan di Industri Kreatif

Menurut Sonia Barquin, perempuan butuh kepercayaan diri untuk menjadi lebih proaktif di dunia kerja serta punya contoh atau ‘role model’ yang sesuai.

Menurut dia, riset mengungkapkan bahwa hanya sedikit perempuan yang mau menegosiasikan gaji mereka atau meminta promosi, meskipun mereka mempunyai kemampuan yang memadai.

"Perempuan harus merasa nyaman dengan kemampuan mereka dan berhenti takut untuk meminta lebih,” ujar Sonia, melalui rilis pers ke Kompas.com, Minggu (24/2/2018). 

“Mengenai role model, seperti yang kita lihat, tidak banyak perempuan yang menduduki posisi kepemimpian di perusahaan. Meskipun sulit, temukan mentormu, buat kelompok yang bisa saling mendukung, dan cari seseorang yang bisa kamu ajak diskusi untuk perkembanganmu.”

Baca juga : Jack Ma Ceritakan Peran Pekerja Perempuan yang Membuat Alibaba Sukses

Lalu, bagaimana perempuan bisa memimpin di industri yang didominasi laki-laki seperti industri teknologi?

Dayu Dara mengatakan bahwa perempuan bisa memulai dari pencitraan diri, atau self-branding, yang tepat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X