Kembangkan Industri Hiburan, Arab Saudi Gelontorkan Rp 864 Triliun

Kompas.com - 26/02/2018, 08:47 WIB
Warga Arab Saudi menikmati Festival Al-Janadria yang berlangsung 7-24 Februari 2018, sejalan dengan semangat untuk mengembangkan sektor hiburan.  (EPA via BBC) Warga Arab Saudi menikmati Festival Al-Janadria yang berlangsung 7-24 Februari 2018, sejalan dengan semangat untuk mengembangkan sektor hiburan. (EPA via BBC)

DUBAI, KOMPAS.com - Arab Saudi menyatakan bakal menginvestasikan dana sebesar 64 miliar dollar AS atau Rp 864 triliun untuk mengembangkan imdustri hiburan dalam dekade ke depan.

Kepala Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi Ahmed bin Aqeel al-Khatib menyatakan, 5.000 perhelatan direncanakan digelar pada tahun ini saja.

Beberapa gelaran tersebut antara lain konser grup musik Maroon 5 dan sirkus legendaris Cirque du Soleil. Selain itu, gedung opera pertama di Arab Saudi juga telah mulai dibangun di Riyadh.

Mengutip BBC, Senin (26/2/2018), investasi tersebut merupakan bagian dari program reformasi sosial dan ekonomi negara tersebut. Program itu dinamakan Visi 2030 dan diumumkan dua tahun lalu oleh Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Baca juga: Genjot Ekonomi, Arab Saudi Bakal Terbitkan Visa Wisatawan

Pangeran berusia 32 tahun tersebut ingin mendiversifikasi perekonomian dan menurunkan ketergantungan Arab Saudi terhadap minyak. Ini termasuk dengan cara meningkatkan belanja negara pada sektor budaya dan hiburan.

Pada Desember 2017 lalu, pemerintah mencabut larangan terhadap bioskop dan film komersial.

Ahmed mengatakan, di masa lalu, investor keluar dari Arab Saudi untuk memproduksi karya mereka dan menjualnya kembali ke Arab Saudi. "Sekarang, perubahan akan terjadi dan semua yang terkait hiburan akan dilakukan di sini," sebut dia.

Pemerintah sudah merencanakan pembangunan kota hiburan di dekat Riyadh dengan ukuran serupa kota Las Vegas. Kota ini dibangun untuk mendorong sektor pariwisata.

Tahun lalu, Pangeran Mohammed mengumumkan ambisinya bahwa Arab Saudi akan menjadi negara Islam moderat yang terbuka bagi semua agama, tradisi, dan masyarakat. 70 persen populasi Arab Saudi berusia di bawah 30 tahun dan mereka ingin kehidupan di mana agama tertransmisi dalam toleransi dan tradisi keramahan.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X