Tak Lagi Bernilai, Uang Kertas Venezuela Dijadikan Kerajinan Tangan

Kompas.com - 27/02/2018, 11:09 WIB
Wilmer Rojas (25) menunjukkan kreasi tas yang terbuat dari uang kertas bolivar yang dijualnya. Nilai mata uang yang sangat rendah membuatnya berkreasi untuk membuat uang kertas lebih berharga. Federico Parra / AFPWilmer Rojas (25) menunjukkan kreasi tas yang terbuat dari uang kertas bolivar yang dijualnya. Nilai mata uang yang sangat rendah membuatnya berkreasi untuk membuat uang kertas lebih berharga.

NEW YORK, KOMPAS.com - Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, namun terpukul akibat anjloknya harga. Krisis ekonomi pun tak terhindari, membuat inflasi melonjak hingga ribuan persen.

Akibatnya, nilai mata uang bolivar pun semakin tipis hingga hampir tak bernilai sama sekali. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, lantaran harga melambung tinggi namun tak terbeli dengan uang yang dimiliki.

Dengan kondisi ini, sebuah keluarga imigran Venezuela di Kolombia "mendaur ulang" uang kertas bolivar yang mereka miliki menjadi layaknya kertas origami. Mereka menciptakan beragam kerajinan tangan dari uang kertas tersebut, mulai dari dompet, ikat pinggang, hingga tas tangan.

Mengutip Fox News, Selasa (27/2/201), setiap produk yang dibuat oleh Richard Segovia (24) dan keluarganya dibanderol antara 10 hingga 15 dollar AS atau setara sekitar Rp 135.000 hingga Rp 202.500. Harga tersebut jauh lebih tinggi ketimbang nilai bolivar bahkan di pasar gelap sekalipun.

Baca juga: Venezuela, Negara yang Ekonominya Paling Menyedihkan di Dunia

Segovia datang ke kota Cucuta di dekat perbatasan Kolombia-Venezuela dua bulan lalu bersama istri dan sepupunya. Di Venezuela, ia bekerja di sebuah gudang dengan gaji hanya mencapai 2,50 dollar AS per bulan atau setara sekitar Rp 27.000.

Ide menciptakan beragam kreasi kerajinan tangan berbahan dasar uang kertas bolivar datang ketika ia dan sepupunya berada di ibukota Caracas. Mereka memperhatikan setumpukan uang kertas bolivar yang mereka miliki.

"Kami memiliki banyak uang tapi tak ada yang bisa dibeli, karena di Venezuela uang Anda sama sekali tidak bernilai," ujar Segovia.

Setelah itu, ia mulai melipat uang-uang kertas bolivar yang penuh warna dan membuatnya menjadi kerajinan tangan kecil. Ia juga membuat tas tangan dan dompet yang ukurannya lebih besar.

Setiap produk terbuat dari 800 hingga 1.000 lembar uang kertas berdenominasi 500 dan 1.000 bolivar. Kalau digabungkan, semua uang itu hanya bernilai kurang dari 50 sen dollar AS.

Segovia bisa menjual 20 produk apabila hari itu sedang mujur. Ia pun baru saja menerima pesanan dalam jumlah besar dari seorang wanita di ibukota Bogota yang memiliki sebuah butik.

Dengan penghasilan yang dia peroleh, Segovia bisa mengirim setidaknya 15 dollar AS kapanpun ia mau kepada keluarganya di Caracas.  "Bukan jumlah uang yang besar, tetapi cukup untuk sarapan pagi," tutur Segovia.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber FOXNews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X