Kompas.com - 27/02/2018, 16:26 WIB
Gubernur BI Agus Martowardojo usai melakukan peninjauan ke Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (22/12/2017). Gubernur BI menegaskan Bali aman dari bahaya erupsi Gunung Agung, terutama kota Denpasar dan Nusa Dua. Sementara zona berbahaya Gunung Agung hanya 8-10 km dari Gunung Agung. KOMPAS.com/APRILLIA IKAGubernur BI Agus Martowardojo usai melakukan peninjauan ke Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (22/12/2017). Gubernur BI menegaskan Bali aman dari bahaya erupsi Gunung Agung, terutama kota Denpasar dan Nusa Dua. Sementara zona berbahaya Gunung Agung hanya 8-10 km dari Gunung Agung.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (persero) menaikkan harga mayoritas bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kenaikan harga ini mulai akhir pekan lalu.

Lalu, apakah kenaikan harga Pertamax ini akan berdampak pada inflasi? Sebab, bahan bakar minyak (BBM) masuk ke dalam komponen inflasi administered prices atau harga yang diatur pemerintah.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan, dirinya sudah mengetahui perihal penyesuaian harga BBM nonsubsidi tersebut. Menurut Agus, penyesuaian tersebut sejalan dengan harga minyak yang belakangan ini mengalami kenaikan.

"Sebelumnya kita perkirakan (harga minyak) ada di rata-rata 52 dollar AS, tetapi sekarang ini kita melihat sepanjang 2018 itu harga rata-rata minyak dunia akan ada di kisaran 60 dollar AS," kata Agus di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Baca juga : Pertamina Naikkan Harga Pertamax

Terkait dampak kenaikan harga Pertamax terhadap inflasi indeks harga konsumen (IHK), Agus mengaku hal ini tidak terhindarkan. Namun demikian, perlu diingat pula bahwa harga minyak di dunia sudah meningkat, namun harga BBM di Indonesia belum disesuaikan.

"Kita dengar yang terakhir sekarang sudah disesuaikan, tentu ada dampak pada inflasi," ujar Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara umum, Agus menuturkan, bank sentral memandang sistem yang ada di Indonesia dalam mengelola BBM sudah baik. Kenaikan harga dilakukan sebagai respon adanya kenaikan harga minyak dunia.

Tentu saja, peningkatan harga tersebut sudah didahului dengan penghitungan yang dilakukan secara hati-hati. Selain itu, harga BBM subsidi pun tidak mengalami penyesuaian.

Baca juga : Ini Komentar Menteri Luhut Soal Kenaikan Harga Pertamax

BI sendiri menargetkan inflasi IHK berada pada 3,5 plus minus 1 persen pada tahun 2018 ini. Hingga akhir tahun 2018, inflasi diperkirakan berada pada posisi 3,61 persen.

Mengutip laman resmi Pertamina, untuk wilayah Jakarta, harga Pertamax naik dari Rp 8.600 menjadi Rp 8.900 per liter. Kemudian. harga Pertamax Turbo adalah Rp 10.100 per liter dari sebelumnya Rp 9.600.

Adapun harga Pertamina Dex naik dari Rp 9.250 menjadi Rp 10.000. Dexlite dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.100 per liter. Sementara itu, harga Pertalite tetap Rp 7.600 per liter.

Kompas TV Pertamina sudah melakukan pengetesan dan menjamin kualitas sudah sesuai ketentuan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.