LPS: Makin Banyak Negara Terapkan Sistem Penjaminan Simpanan

Kompas.com - 28/02/2018, 12:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah dua dekade sejak Krisis Keuangan Asia terjadi pada tahun 1997-1998 lalu. Pun sudah satu dekade sejak Krisis Keuangan Global terjadi pada tahun 2008 silam.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menyatakan, penting untuk belajar dari pengalaman sejarah kedua krisis keuangan tersebut.

Krisis keuangan Asia, kata dia, menunjukkan bahayanya pinjaman luar negeri jangka pendek yang berlebihan, dan rapuhnya regulasi industri keuangan.

"Krisis keuangan global sekali lagi menunjukkan pada kita bahwa lemahnya regulasi industri keuangan dapat menyebabkan pukulan besar terhadap perekonomian," kata Halim pada seminar internasional "20 Years of Asian Financial Crisis: Strengthening Infrastructures for Financial Crisis Resolution," Rabu (28/2/2018).

Halim menuturkan, rata-rata kerugian akibat krisis keuangan adalah sekitar 23,2 persen dari produk domestik bruto (PDB). Selain itu, krisis keuangan juga bisa dengan cepat merambat dari satu negara ke negara lainnya dan menyebabkan kerusakan pada ekonomi.

Pasca-krisis, banyak negara melakukan perubahan struktural dalam bingkai kerja pengaturan keuangan, protokol manajemen krisis, dan infrastruktur ekonomi. Tujuannya adalah untuk mencapai ekonomi yang lebih resilien.

"Salah satu perubahan paling signifikan adalah meningkatnya jumlah negara yang mengadopsi sistem penjaminan simpanan secara eksplisit," jelas Halim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tahun 1974 silam, hanya ada 12 negara yang mengadopsi sistem penjaminan simpanan. Adapun saat ini, ada 139 negara yang telah mengadopsi sistem tersebut dan 29 negara tengah mempertimbangkan untuk mengadopsi sistem penjaminan simpanan.

Peran lembaga penjaminan simpanan pun kini telah meluas menjadi untuk meminimalkan risiko dengan memperluas otoritas pada resolusi perbankan. Dengan resolusi yang efektif, maka lembaga ini bisa meminimalkan biaya terkait kegagalan bank.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.