Bank Sentral Inggris: Bitcoin dkk Gagal Sebagai Mata Uang

Kompas.com - 05/03/2018, 07:00 WIB
Souvenir koin emas bitcoin yang dipamerkan di London, Inggris, pada 20 November 2017. AFP PHOTO/JUSTIN TALLISSouvenir koin emas bitcoin yang dipamerkan di London, Inggris, pada 20 November 2017.

LONDON, KOMPAS.com - Gubernur bank sentral Inggris Bank of England (BoE) Mark Carney menyatakan, mata uang virtual seperti bitcoin dan lain-lain gagal dikategorikan sebagai bentuk mata uang.

Carney juga mengungkapkan, perkembangan mata uang virtual secara jelas telah menunjukkan adanya bubble finansial.

Kondisi bubble adalah ketika harga suatu aset, termasuk mata uang virtual, melonjak sangat tinggi kemudian anjlok dan menyebabkan ketidakstabilan di sektor keuangan.

Namun, Carney menuturkan teknologi mata uang virtual dapat memperbaiki sistem keuangan di masa mendatang.

Mengutip Reuters, Senin (5/3/2018), Carney masuk dalam jajaran pimpinan global yang khawatir dengan mata uang virtual.

Baca juga : Penemu Bitcoin Dituntut Rp 140 Triliun 

 

Menurut dia, otoritas terkait harus mencegah penggunaan mata uang virtual untuk tindak kriminal dan aturan-aturan baru harus dibuat agar mata uang virtual diperlakukan seperti aset lainnya.

Carney pun mengaku memahami semakin meningkatnya minat terhadap mata uang virtual. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa mata uang virtual bukan pengganti uang tunai atau alat pembayaran menggunakan kartu (APMK).

"Jawaban atas mata uang virtual bertindak sebagai mata uang, setidaknya untuk beberapa orang dan penggunaannya terbatas, dan bahkan hanya sebagai paralel mata uang tradisional adalah mereka (mata uang virtual) gagal," ujar Carney.

Baca juga : Pasar Mata Uang Virtual Meredup, Harga Bitcoin Turun di Bawah Rp 135 Juta

Harga mata uang virtual yang paling terkenal, bitcoin, melonjak dari sekitar 1.000 dollar AS pada awal tahun 2017 menjadi hampir 20.000 dollar AS pada pertengahan bulan Desember 2017. Namun, kemudian harga bitcoin kembali anjlok hingga ke bawah 6.000 dollar AS pada bulan lalu.

Menurut Carney, para investor muda yang menanamkan uangnya pada mata uang virtual kemungkinan tidak terlalu menyadari bubble pada pasar. Pada akhirnya, bubble menyebabkan krisis keuangan pada tahun 2007-2009 silam.

Meskipun demikian, Carney tidak menyebut bahwa mata uang virtual harus dilarang. Menurut dia, mata uang virtual tidak memicu risiko terhadap sistem keuangan, namun sebaliknya harus dimasukkan ke dalam jaringan pengaturan.

Menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara-negara anggota G20 akan berkumpul di Buenos Aires, Argentina dalam waktu sekira dua pekan ke depan. Ada kemungkinan besar topik mengenai mata uang virtual akan mengemuka.

Kompas TV Situs jejaring sosial Facebook resmi melarang penayangan iklan uang virtual seperti Bitcoin. Facebook menilai iklan Bitcoin cenderung menyesatkan konsumen.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X