Didorong Bisnis Petrokimia, Barito Pacific Raup Laba Bersih 279,9 Juta Dollar AS

Kompas.com - 05/03/2018, 18:38 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melaporkan laba bersih pada tahun 2017 sebesar 279,9 juta dollar AS. Capaian ini meningkat dibandingkan 279,8 juta dollar AS pada tahun sebelumnya.

BRPT mencatatkan total pendapatan bersih sebesar 2,452 miliar dollar AS pada tahun 2017. Angka tersebut tumbuh 25,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1,961 miliar dollar AS.

Pendapatan dari bisnis petrokimia tercatat sebesar 2,418 miliar dollar AS atau tumbuh 25,3 persen dibanding pendapatan yang sama tahun 2016. Kontribusi pendapatan dari bisnis petrokimia sebesar 98,6 persen dari total pendapatan group BRPT.

"Peningkatan kinerja Barito Pacific tahun lalu didukung oleh pertumbuhan kinerja dari sejumlah anak usaha, terutama Chandra Asri. Selain itu, peningkatan pendapatan juga dipengaruhi oleh kemampuan manajemen dalam mengelola sisi pengeluaran atau beban," ujar Direktur Utama Barito Pacific Agus Salim Pangestu dalam pernyataannya, Senin (5/3/2018).

Baca juga: Semester I 2018, Barito Pacific Rampungkan Akuisisi Star Energy

Agus menyatakan, tren kinerja positif Grup BRPT masih akan terus berlangsung pada tahun ini hingga beberapa tahun ke depan. Hal itu seiring dengan ekspansi bisnis dan kinerja CAP, yang ditargetkan dapat meningkatkan produksi olefin mencapai 4,1 juta ton pada 2020, serta pembangunan kompleks petrokimia kedua yang akan memproduksi 1 juta ton ethylene dan akan beroperasi pada 2023.

Selain itu, Barito masih memiliki rencana ekspansi strategis dengan melakukan diversifikasi usaha melalui akuisisi Star Energy Group (pembangkit listrik panas bumi) yang ditargetkan selesai pada Juni 2018. Guna memuluskan rencana tersebut, perseroan berencana menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 5.600.000.000 saham, dengan target perolehan dana mencapai 1 miliar dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rights issue akan dimintakan persetujuan pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 April 2018.

Ekspansi usaha lainnya yang dilakukan Group Barito adalah masuk ke sektor pembangkit listrik batubara dengan mendirikan anak usaha baru PT Indo Raya Tenaga. Perusahaan tersebut hasil joint venture antara anak usaha Barito, PT Barito Wahana Lestari dengan anak usaha PT Indonesia Power yaitu PT Putra Indo Tenaga. PT Indo Raya Tenaga nantinya membangun pembangkit listrik Jawa 9 dan Jawa 10. Dua pembangkit listrik Ultra Supercritical Coal-Fired Power Plant berbahan bakar batu bara tersebut diharapkan bisa menghasilkan listrik sebesar 2 x 1.000 megawatt.

“Kami optimistis upaya diversifikasi bisnis perseroan melalui ekspansi ke sektor energi dan didukung pertumbuhan positif dari bisnis petrokimia secara berkelanjutan akan mampu menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan bisnis Barito Group di masa yang akan datang,” tutur Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.