Uni Eropa Kaji Tarif Impor untuk Celana Jins dari AS

Kompas.com - 06/03/2018, 12:30 WIB
/Celana jins Shutterstock/Celana jins

LONDON, KOMPAS.com - Uni Eropa mempertimbangkan untuk mengenakan tarif impor sebesar 25 persen untuk produk celana jins Levi's dan minuman keras dari AS.

Kebijakan ini akan dijalankan jika Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif impor untuk produk baja dan alumunium dari Uni Eropa.

Mengutip BBC, Selasa (6/3/2018), Komisioner Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malstrom menuturkan, kedua produk tersebut masuk dalam rancangan daftar produk dari AS yang akan dikenakan pajak.

Pekan lalu, Trump menyatakan bakal mengenakan tarif untuk impor produk baja dan perang dagang adalah hal yang bagus.

Baca juga : IMF: Kebijakan Tarif Impor Bisa Hancurkan Ekonomi AS

Komentar Trump tersebut menimbulkan kritik dan kecaman dari seluruh dunia. Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan kekhawatirannya kepada Trump melalui sambungan telepon pada akhir pekan lalu.

Adapun Levi Strauss, produsen celana jins legendaris Levi's, dikabarkan sama sekali tidak mendukung adanya hambatan dalam perdagangan.

Juru bicara Levi Strauss menyatakan, perseroan mendukung pasar terbuka dan perdagangan bebas, di mana semua pihak dapat bermain sesuai dengan aturan.

Pengenaan tarif secara unilateral, kata pihak Levi Strauss, dapat menimbulkan risiko pembalasan dan mengganggu stabilitas ekonomi global. Terkait dengan produk AS, imbuh juru bicara Levi Strauss, pekerja dan konsumen AS akan menderita.

"Kami melihat kemungkinan untuk membalas, artinya kami juga akan mengenakan tarif impor atas (produk) AS ke Uni Eropa," kata Malmstrom.

Ia menuturkan, pihaknya akan menunggu keputusan final kebijakan tersebut, namun tetap mempersiapkan diri. Malmstrom pun menjelaskan, apabila AS menerapkan tarif impor untuk produk baja dari Uni Eropa, maka Uni Eropa akan membawa masalah ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Awal pekan ini, saham sejumlah perusahaan otomotif Eropa berguguran menyusul ancaman Trump untuk memajaki produk mobil mereka. Trump mengatakan, jika Uni Eropa menaikkan pajak dan batasan bagi perusahaan AS, maka AS akan memajaki impor mobil dari Eropa.

AS adalah pasar penting bagi produk mobil pabrikan Uni Eropa, khususnya Inggris. Permintaan AS atas mobil buatan Inggris naik 7 persen pada tahun 2017 dan ekspor mencapai 210.000 unit.

AS kini merupakan mitra dagang terbesar kedua Inggris setelah Uni Eropa.

Kompas TV Kerasnya sikap kedua partai membuat penutupan pemerintahan Amerika Serikat diprediksi akan berjalan lama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X