Manfaatkan Teknologi, Perusahaan Jangan Lupakan Akurasi Data - Kompas.com

Manfaatkan Teknologi, Perusahaan Jangan Lupakan Akurasi Data

Kompas.com - 06/03/2018, 19:07 WIB
Media briefing Accenture Technology Vision 2018 di Jakarta, Selasa (6/3/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Media briefing Accenture Technology Vision 2018 di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Laporan bertajuk Accenture Technology Vision 2018 yang baru saja dirilis memaparkan pentingnya perusahaan dan dunia bisnis memanfaatkan teknologi untuk berinteraksi dengan konsumen dan mitra-mitra bisnis lainnya.

Dengan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), maka perusahaan dapat mengambil kebijakan bisnis strategis yang dapat mendorong kinerja.

Salah satu manfaat pemanfaatan teknologi dan AI adalah perolehan data dalam jumlah besar. Dari sekumpulan data tersebut, perusahaan dapat memperoleh informasi tak hanya soal kegiatan bisnis mereka, namun juga konsumen yang disasar.

Perusahaan, semisal perusahaan berbasis konsumsi dan jasa, dapat mengetahui perilaku konsumen. Sehingga, mereka dapat memberikan produk dan jasa yang tepat sesuai kebutuhan.

Tidak hanya itu, teknologi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan dan mengoptimalkan interaksi antara perusahaan dengan konsumen. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan perusahaan agar tidak salah ambil keputusan dan merusak citra.

"Dengan memang perusahaan diuntungkan dengan adanya AI, tapi di satu sisi ada konsekuensi perusahaan harus membuat AI semakin pintar, karena manusia yang dihadapi semakin beragam," jelas Indra Permana, Technology Delivery Lead Associate Director Accenture Indonesia dalam media briefing di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Indra menjelaskan, semakin teknologi digunakan untuk melayani banyak konsumen dengan latar belakang yang berbeda, maka interaksinya pun akan berbeda.

AI, kata dia, harus dapat melihat dan memprediksi interaksi yang akan terjadi dengan beragam konsumen, vendor, dan pihak-pihak terkait lainnya yang berinteraksi dengan perusahaan.

"Tidak bisa sekedar menaruh robot untuk melayani, tapi juga harus bisa memberi respon yang bertanggung jawab dan bisa dijelaskan kenapa responnya seperti itu," jelas Indra.

Selain itu, data-data yang diperoleh perusahaan pun harus terjamin akurasinya. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah sumber perolehan data.

Di satu sisi, semakin banyak data yang dapat dikumpulkan perusahaan, maka akan semakin banyak informasi yang dapat digunakan perusahaan untuk mengambil keputusan atau tindakan terkait bisnis. Namun demikian, akan semakin besar pula risiko perusahaan untuk memastikan akurasi data.

"Kalau perusahaan tidak bisa melakukan cek dan kroscek data yang diambil, efeknya bisa sangat besar. Perusahaan bisa rugi besar," tutur Indra.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa data yang diperoleh tidak terpapar risiko manipulasi. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan setiap proses perolehan data aman dan tak mudah dimanipulasi.


"Intinya ada tiga, sumber data dari mana, data yang dipakai sesuai atau tidak, dan data tidak ada risiko dimanipulasi," terang Indra.

 

Kompas TV Digitalisasi ekonomi membuat berbagai perusahaan di dunia berburu tenaga ahli di bidang teknologi informasi

Komentar
Close Ads X