Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Anak Muda, Koperasi, dan The Abundance Era

Kompas.com - 06/03/2018, 22:12 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Meski demikian, kemiskinan masih dirasakan 27,77 juta penduduk negeri ini (2017). Ketimpangan juga masih menganga, dengan Indeks Gini di angka 0,397.

Di saat bersamaan, dana desa per Desember 2017 telah tersalurkan sampai Rp 59,2 triliun. Sekarang BUMDes bermekaran bak cendawan di musim penghujan.

Artinya, akan muncul banyak titik ekonomi baru yang langsung berdampak ke masyarakat desa. Akan makin banyak dengan kebijakan pemerintahan Jokowi yang menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 9 persen menjadi 7 persen yang efektif awal Januari lalu.

Di ruang lain, ekonomi digital terus tumbuh. Sudah ada empat start up yang masuk kategori unicorn: Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan Go-Jek. Ekosistem digital membuat hal itu menjadi mungkin.

We Are Social merilis ada 132,7 juta penduduk Indonesia melek internet. Itu sama dengan separuh dari jumlah penduduk negeri ini, yang mencapai 265,4 juta per Januari 2018. Dari angka itu 130 juta di antaranya aktif menggunakan platform media sosial dan 120 juta di antara mereka mengakses lewat ponsel pintar.

Di berbagai kota ekonomi kreatif tumbuh pesat. Lima tahun belakangan ini kita akrab dengan kedai kopi. Sampai-sampai Presiden Jokowi memperhatikan khusus potensi kopi Indonesia. Barista, istilah yang dulu nampak asing, sekarang kaprah didengar. Tua-muda ngopi di kedai dengan rantai nilai ekonomi yang memanjang dari hulu hingga hilir.

Gaya hidup itu bertemu dengan obrolan anak muda zaman now, yakni start up. Banyak festival dan sayembara pitching ide bisnis diselenggarakan. Banyak yang berhasil, namun tak sedikit yang gagal.

Gaya hidup itu kawin mawin dengan apa yang Rhenald Kasali sebut sebagai esteem economy. Bukan hanya makan di kafe, namun makan sekaligus up date foto di Instagram.

Tak ketinggalan, beberapa BUMDes mencobanya dan membuat aneka spot wisata lokal menjadi lebih instagramable. Alhasil, ramai.

The abundance era

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.