Registrasi Kartu, Rudiantara Bakal Tindak Tegas Pengguna Data Orang Lain

Kompas.com - 07/03/2018, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara akan menindak tegas oknum yang menggunakan data orang lain pada saat registrasi kartu SIM.

Rudiantara meminta masyarakat untuk melakukan pengecekan data kepada operator masing-masing jika telah melakukan registrasi kartu, hal ini untuk melihat apakah data masyarakat telah digunakan oleh orang lain atau tidak.

"Jangan khawatir masyarakat, masyarakat diberi kemampuan untuk mengecek, Nomor Induk Kependudukan (NIK) saya, Nomor Kartu Keluarga (KK) saya dipakai oleh berapa orang, fiturnya ada di masing masing operator semua ada, yang bermain-main pakai data punya orang itu bisa dikejar secara hukum," ujar Rudiantara saat ditemui di Menara BTPN, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Menurut dia, saat ini tidak ada operator telekomunikasi yang membocorkan data pribadi pelanggannya, sebab, ada sanksi hukum yang dapat diberikan kepada operator jika melakukan pembocoran data pelanggan.

Baca juga: NIK dan KK Tak Bisa Dipakai untuk Registrasi Kartu SIM, Ini Penjelasan Dukcapil

"Operator juga subject kepada aturan, tidak ada data bocor dan kalau memang data dipakai berulang-ulang bisa datang ke operatornya, nanti ditelurusi," kata Rudiantara.

Sementara itu, bagi oknum yang melakukan registrasi kartu dengan data pribadi orang lain akan mendapatkan sanksi, sebab data pribadi berupa NIK dan KK telah dilindungi oleh Undang-Undang (Uu) Administrasi Kependudukan.

"Kepada yang menyalahgunakan penggunaan NIK dan KK itu menyalahi dua aturan, satu UU Administrasi Kependudukan bisa kena dua tahun penjara dan dendanya Rp 25 juta atau lebih parah lagi kalau dikenakan dan atau Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik bisa dipenjara sampai 12 tahun dan dendanya Rp 2 miliar,"  kata Rudiantara.

Sebelumnya, Rudiantara menegaskan, saat ini seluruh data masyarakat dan yang juga menjadi pelanggan operator telekomunikasi telah dilindungi regulasi berupa Peraturan Menteri Menkominfo Tahun 2016 Tentang Perlindungan Data Pribadi.

"Tidak ada data bocor," ujar Rudiantara.

Kendati demikian, kemungkinan kebocoran data NIK dan KK bisa saja terjadi jika ada kelalaian atau ketidaktahuan masyarakat akan pentingnya adata pribadi.

"Yang ada kemungkinannya adalah dari kartu keluarga dan NIK yang berseliweran dimana mana, di dunia maya (internet) coba browsing aja (keyword) kartu keluarga, itu ada foto KK, mungkin itu yang dipakai berkali kali, atau ada orang, masyarakat yang tidak sadar kasih foto copy KK dia, itu kan ada NIK dan Nomor KK, itu mungkin copyan-nya beredar," pungkas Rudiantara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indeks Filantropi RI Stagnan di 'Doing Okay' Selama 2 Tahun, Perlu Ada Perbaikan Regulasi

Indeks Filantropi RI Stagnan di "Doing Okay" Selama 2 Tahun, Perlu Ada Perbaikan Regulasi

Whats New
Perluas Jaringan, BUMN BKI Teken Kerja Sama dengan Emirates Classification Society

Perluas Jaringan, BUMN BKI Teken Kerja Sama dengan Emirates Classification Society

Whats New
Dari 3 Platform 'Online' Ini, Mana yang Paling Banyak Beri Keuntungan ke Mitra UMKM Kuliner?

Dari 3 Platform "Online" Ini, Mana yang Paling Banyak Beri Keuntungan ke Mitra UMKM Kuliner?

Whats New
Aplikasi Pesan Makanan 'Online' Dorong Penjualan UMKM 1,9 Kali Lipat Dibanding 'Offline'

Aplikasi Pesan Makanan "Online" Dorong Penjualan UMKM 1,9 Kali Lipat Dibanding "Offline"

Whats New
SIM Indonesia Bisa Berlaku di Luar Negeri, Mana Saja?

SIM Indonesia Bisa Berlaku di Luar Negeri, Mana Saja?

Whats New
Komisi VII DPR RI: Indonesia Masuk ke EBT adalah Suatu Keharusan

Komisi VII DPR RI: Indonesia Masuk ke EBT adalah Suatu Keharusan

Whats New
Salahkah Orang Kaya Pakai BPJS Kesehatan? DJSN: Sudah Jelas Amanat JKN Itu Gotong Royong

Salahkah Orang Kaya Pakai BPJS Kesehatan? DJSN: Sudah Jelas Amanat JKN Itu Gotong Royong

Whats New
11 Kelompok Tani di Aceh Besar Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan

11 Kelompok Tani di Aceh Besar Dapat Bantuan Alsintan dari Kementan

Whats New
Soal Permentan 18/2021, Kementan: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan

Soal Permentan 18/2021, Kementan: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan

Whats New
SiCepat Eskpres Teken Komitmen 'Green Corporate' untuk Dukung Logistik Hijau

SiCepat Eskpres Teken Komitmen "Green Corporate" untuk Dukung Logistik Hijau

Whats New
Perkuat Pasokan Gas di Batam dan Jatim, PGN Gandeng HCML dan Petrochina Jabung

Perkuat Pasokan Gas di Batam dan Jatim, PGN Gandeng HCML dan Petrochina Jabung

Whats New
Potensi Bisnisnya 8,1 Miliar Dollar AS, Menkes Ajak Pengusaha Garap Sektor Kesehatan yang Bersifat Preventif

Potensi Bisnisnya 8,1 Miliar Dollar AS, Menkes Ajak Pengusaha Garap Sektor Kesehatan yang Bersifat Preventif

Whats New
Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Ingin Dapat Promo Cashback 50 Persen Nonton di Cinepolis, Ini Caranya

Ingin Dapat Promo Cashback 50 Persen Nonton di Cinepolis, Ini Caranya

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.