Kompas.com - 08/03/2018, 16:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Mandiri melaporkan laba bersih pada tahun 2017 sebesar Rp 365 miliar. Angka tersebut tumbuh 12,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 325 miliar.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Toni EB Subari menjelaskan, pertumbuhan laba didorong meningkatnya marjin bagi hasil bersih dan pendapatan berbasis komisi (fee based income) yang tercatat tumbuh Rp 701 miliar atau 14,35 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 5,58 triliun. Marjin bagi hasil bersih tumbuh 15,35 persen (yoy) menjadi Rp 4,64 triliun.

"Pertumbuhan Margin Bagi Hasil Bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan pembiayaan dan perbaikan kolektibilitas pembiayaan," kata Toni dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Tahun lalu, Bank Syariah Mandiri menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 77,90 triliun. Capaian tersebut tumbuh 11,37 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 69,95 triliun.

Baca juga: Tahun 2017, Chandra Asri Raup Laba Bersih 319,2 Juta Dollar AS

Dari angka tersebut, sebesar 51,80 persen atau Rp 40,36 triliun adalah dana murah. Angka itu tumbuh 16,36 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 34,68 triliun.

Komposisi dana murah naik dari 49,58 persen dibandingkan pada tahun 2016 silam. Pertumbuhan dana murah tersebut ditopang oleh tabungan yang naik 13,13 persen menjadi Rp 31,39 triliun per posisi Desember 2017 dari semula Rp 27,75 triliun per posisi Desember 2016. Giro naik sebesar 29,31 persen (yoy) menjadi Rp 8,96 triliun per posisi Desember 2017 dibandingkan posisi Desember 2016 sebesar Rp 6,93 triliun. 

“Strategi penghimpunan dana ke depan adalah dengan terus meningkatkan komposisi dana murah yaitu tabungan dan giro untuk menekan cost of fund," ungkap Toni.

Peningkatan DPK mendorong aset Mandiri Syariah per Desember 2017 naik 11,55 persen (yoy) menjadi Rp 87,94 triliun dibandingkan sebesar Rp 78,83 triliun per posisi Desember 2016.

Pembiayaan Bank Syariah Mandiri tercatat sebesar Rp 60,69 triliun pada tahun 2017. Angka ini tumbuh 9,20 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 55,58 triliun.

Penumbuhan pembiayaan tersebut diimbangi dengan perbaikan kualitas pembiayaan yang tercermin dari penurunan rasio pembiayaan bermasalah atau NPF Nett turun dari 3,13 persen menjadi 2,71 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.