Andalkan Pertanian, Indonesia Bisa Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Kompas.com - 09/03/2018, 07:03 WIB
Pedagang durian di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (2/3/2018) KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDIPedagang durian di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (2/3/2018)

KOMPAS.com – Sejak beberapa tahun belakangan, perekonomian Indonesia tumbuh dengan stabil. Pemerintah Indonesia memiliki rencana besar untuk menaikkan peringkat Indonesia, dari negara berpendapatan sedang menjadi negara berpendapatan tinggi. 

Indonesia dapat meningkatkan statusnya menjadi negara berpendapatan tinggi bila rakyat memiliki akses besar terhadap pangan bergizi dan berinvestasi di bidang sumber daya manusia.

Untuk itu, langkah-langkah besar telah dilakukan dalam mengentaskan kemiskinan yang absolut dan perlu terus diakselerasi. Upaya tersebut diharapkan bakal memperkecil kesenjangan ekonomi. Salah satu caranya dengan memperbesar akses atas pangan bergizi dan mengurangi prevelansi stunting pada Balita. 

(Baca: Optimisme Indonesia Atasi Stunting pada Anak)

Asisten Direktur Jenderal dan Kepala Perwakilan Regional Badan Pangan Dunia (FAO) untuk Asia dan Pasifik, Kundhavi Kadiresan, mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas inisiatifnya untuk menciptakan keadilan ekonomi.

Kadiresan mendorong konvergensi pemangku kepentingan di sektor publik dan swasta untuk mencari peluang dalam meningkatkan gizi, sebagai tujuan utama sebagai upaya berkelanjutan dengan tercapainya peningkatan pendapatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Menciptakan keadilan bisa melibatkan banyak hal, tetapi membangun sumber daya manusia merupakan jalan menuju masa depan yang berkelanjutan. Peningkatan kualitas nutrisi melalui akses pangan bergizi, adalah langkah pertama,” kata Kadiresan saat Jakarta Food Security Summit, Kamis (8/3/2018).

(Baca juga: Lima Langkah Pemerintah Atasi Ketimpangan Sosial)

Menurut dia, para petani bisa beralih ke tanaman pangan bernilai lebih tinggi seperti sayuran atau buah, atau melakukan diversifikasi bidang pertanian dengan kombinasi akuakultur atau peternakan.

Tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi tersebut menjanjikan keuntungan dan pendapatan lebih besar daripada tanaman pokok, seperti padi dan jagung. Permintaan akan sayur dan buah bakal meningkat dengan cepat di masa depan.

Selama ini, petani kecil kerap menjadi kelompok paling rentan mengalami kemiskinan dan rawan pangan. Pemerintah dan sektor swasta bisa bekerja sama dengan para petani dan kelompoknya untuk membantu mewujudkan transformasi ini.

Pedagang buah langsat Tanjung di Kota Balikpapan, Kalimatan Timur, Jumat (2/3/2018). Buah lokal yang berasal dari Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, bisa dinikmati saat panen.KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Pedagang buah langsat Tanjung di Kota Balikpapan, Kalimatan Timur, Jumat (2/3/2018). Buah lokal yang berasal dari Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, bisa dinikmati saat panen.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.