Sri Mulyani: Saat Saya Jadi Mahasiswa, Hidup Lebih Sederhana... - Kompas.com

Sri Mulyani: Saat Saya Jadi Mahasiswa, Hidup Lebih Sederhana...

Kompas.com - 09/03/2018, 17:18 WIB
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indarwati saat tampil sebagai pembicara dalam acara pembukaan Konferensi Musik Indonesia di Taman Budaya, Ambon, Rabu (7/2/2018).KOMPAS.com/Rahmat Rahman Patty Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indarwati saat tampil sebagai pembicara dalam acara pembukaan Konferensi Musik Indonesia di Taman Budaya, Ambon, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum di Universitas Khairun, Ternate, Kamis (8/3/2018). Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memaparkan mengenai kemajuan teknologi dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kaum muda.

Dia mengatakan, saat ini Indonesia merupakan negara pengguna internet terbesar keempat di dunia. Setiap hari, informasi masuk, baik yang diminta maupun tidak.

Dalam menghadapi kehidupannya sebut Sri Mulyani, generasi muda saat ini lebih kompleks dan penuh tantangan. Salah satunya adalah lebih sulit untuk fokus.

"Saat saya jadi mahasiswa, hidup lebih sederhana, tidak ada internet, tidak ada handphone. Kalau saya belajar, saya ke perpustakaan untuk meminjam buku atau baca di perpustakaan karena pinjam buku dibatasi hanya 3 hari," tulis Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya, @smindrawati, Jumat (9/3/2018).

Baca juga: Sri Mulyani Akui Sistem Keuangan Digital di Indonesia Rawan Diretas

Karena keterbatasan tersebut lanjut dia, maka dirinya dipaksa untuk menjadi fokus. Semua orang di dunia ini, tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, hanya memiliki 24 jam dalam sehari.

"Dalam ketersediaan waktu yang sama, hidup menjadi pilihan. Apakah mahasiswa mau membaca dan melakukan hal yang berguna atau yang sia-sia. Pilihan ada pada diri kita sendiri," tuturnya.

Sementara itu, di masa depan banyak pekerjaan akan digantikan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Mahasiswa harus siap menghadapinya.

Oleh karena itu, ia berhadap sivitas akademika menyiapkan anak-anak muda agar mempunyai pikiran dan karakter untuk bisa memilih yang bagus dan berguna. Generasi muda, tutur Sri Mulyani, harus bisa menjadi generasi yang bisa memimpin dirinya, agar dapat meneruskan tongkat kepemimpinan bangsa dalam menggapai cita-cita pendiri bangsa Indonesia.

"Cita-cita yang tercatat dalam konstitusi kita, yaitu mencapai masyarakat yang bermartabat, adil, dan makmur," tutur Sri Mulyani.



Close Ads X