BNI Salurkan KUR ke 2.381 Petani Penggarap Perhutanan Sosial

Kompas.com - 09/03/2018, 17:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mendapat mandat untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani penggarap lahan hutan melalui Program Perhutanan Sosial yang digagas oleh pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Penyaluran KUR tersebut dilengkapi dengan Kartu Tani dan perlengkapan pendukung produksi pertanian dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) serta program BUMN Cash For Work.

Dalam keterangan resmi yag diterima Kompas.com, Jumat (9/3/2018), BNI menjadi bank pertama yang menyalurkan pembiayaan KUR dengan kerangka Program Perhutanan Sosial tahap pertama bagi petani penggarap di Probolinggo, Jember, Lumajang, Madiun, Tulungagung, dan Tuban.

Di enam lokasi tersebut telah disalurkan KUR kepada 1.715 petani penggarap sebesar Rp 10,44 miliar dengan total luas lahan 5.717 Hektar (Ha) di 6 kabupaten di Jawa Timur.

Adapun petani yang menerima SK IPHPS dan KULIN-KK tahap pertama sebanyak 2.778 petani. BNI akan terus mendistrisbusikan KUR kepada sisa petani penggarap lainnya pada penyaluran KUR BNI tahap kedua nanti.

Sementara pada tahun 2018 ini, Program Perhutanan Sosial akan diperluas ke tiga kabupaten, yaitu Malang, Blitar, dan Bojonegoro. Dengan demikian, total luas lahan Perhutanan Sosial yang didukung BNI seluas 14.713,5 Ha dengan total jumlah petani penerima SK sebanyak 11.921 orang.

Terkait dengan pertanian yang dikembangkan oleh para petani penggarap lahan hutan, pada Jumat ini Presiden Joko Widodo melakukan panen raya jagung di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur.

Hadir pada kesempatan tersebut  Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri BUMN RI Rini Mariani Soemarno, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, serta Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto.

Presiden Jokowi berpesan kepada petani agar tidak pinjam uang dari tengkulak. Sebaliknya, petani lebih baik meminjam KUR ke bank, karena suku bunganya rendah, yaitu hanya 7 persen.

"Dan kalau pinjam uang harus dikembalikan ya," ujar Presiden saat berbincang -bincang dengan seorang petani asal Desa Ngimbang yang juga debitur KUR BNI.

Presiden mengingatkan kembali perihal pinjaman tersebut untuk menghentikan kebiasaan petani yang meminjam uang ke tengkulak. Kerugian meminjam uang ke tengkulak adalah harga jual petani yang ditekan pada saat panen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.