Mengenang Kisah Sukses Hari Darmawan, Pendiri Matahari Department Store

Kompas.com - 11/03/2018, 16:09 WIB

Prinsip bisnisnya sangat sederhana, asalkan untung sedikit dan bekerja efisien, ia jalan. Tak masalah baginya memperoleh sedikit laba, namun secara keseluruhan meraup akumulasi laba yang lumayan.

Selain itu, Hari pun disiplin dalam mengelola uang. Bisnis Hari mulai naik daun ketika program Orde Baru mulai bergulir.

Baca juga : Cerita Bos Lippo Group tentang Sosok Almarhum Hari Darmawan

Pada tahun 1972, ia membuka toko Matahari, setelah membeli toko De Zon yang jatuh. Ini adalah cikal bakal berkembang pesatnya Matahari, yang terus mengekspansi bisnis hingga besar seperti saat ini.

Matahari hadir hampir di seluruh Indonesia dengan jumlah toko yang amat banyak. Matahari pun tak hanya bergerak di sektor ritel, namun hingga merambah ke taman wisata.

Hari mempunyai kemiripan visi bisnis dengan beberapa konglomerat terkemuka Indonesia. Misalnya Usman Admadjaja, yang pernah menjadi Presiden Komisaris PT Bank Danamon dan Djaja Ramli yang pernah menjadi Presiden Komisaris PT Bank Bali yang menjalankan roda bisnisnya secara konservatif.

Mereka ogah melirik ke bisnis lain, sehingga usaha mereka menjadi bank papan atas Indonesia. Contoh lain adalah Ciputra, pendiri Grup Ciputra, yang berkonsentrasi penuh di bidang properti, membuat grupnya menjadi salah satu yang terbesar di sektor properti Indonesia.

Hari pun konservatif dan "fanatik" dengan bisnis yang ia tekuni sejak tahun 1958 itu. "Saya akan tekuni bisnis retail ini sampai Yang Maha Pencipta memanggil saya," tutur Hari.

Hari pun mengaku sangat bahagia menggeluti bisnis ritel. Ia merasa bertanggung jawab mengelola bisnis itu sampai di titik tertinggi kesuksesan dan terpanggil memajukan bisnis ritel Indonesia semaksimal mungkin.

Soal memilih merek matahari, Hari ternyata punya alasan sederhana. Ia cuma mengubah nama De Zon, bahasa Belanda yang artinya matahari, menjadi Matahari dalam bahasa Indonesia.

"Saya juga heran. Tapi, sebenarnya pikiran saya waktu itu sederhana saja. Toko yang dulu saya ambil alih, bernama De Zon, itu artinya matahari. Saya cuma ubah bahasanya saja."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.