KILAS EKONOMI

Performa Navigasi Indonesia Dapat Nilai "Sangat Baik" dari ICAO

Kompas.com - 12/03/2018, 14:35 WIB
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso saat meninjau Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Kamis (15/2/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi WidiartantoDirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso saat meninjau Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Kamis (15/2/2018)
|


KOMPAS.com
Air Traffic Controller ( ATC) Indonesia dinilai berkinerja sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan hasil audit Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) 2017 untuk Indonesia, di mana compliance score untuk kategori Air Navigation Services meningkat luar biasa.

Pada 2016 skor ATC Indonesia menyentuh angka 56 persen. Lalu, pada 2017 mencapai 86 persen, berada di atas rata–rata global yakni 60,7 persen.

Selain itu, ATC juga turut mendukung keselamatan penerbangan di Indonesia sehingga pada 2017 lalu tidak terdapat kecelakaan penerbangan yang menelan korban jiwa (zerro accident).

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu ada saja kecelakaan yang menelan korban jiwa,” kata Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, saat menutup Rakernas ke–9 Asosiasi ATC Indonesia ( IATCA) di Yogyakarta, seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com Senin (12/3/2018).

(Baca: Asosiasi Petugas Lalin Udara Keluhkan Pergerakan Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta)

Rakernas IATCA yang berlangsung 7-8 Maret 2018 bertema “Year of Members Association" diikuti perwakilan dari 39 cabang IATCA di seluruh Indonesia. IATCA sendiri saat ini mempunyai 2.020 anggota ATC.

Agus menyampaikan terima kasih kepada ATC yang berkontribusi besar memajukan penerbangan Indonesia. Menurut dia, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang luar biasa antar pemangku kepentingan.

Dalam pencapaian Indonesia tersebut peranan ATC tidak hanya pada satu kategori Air Navigation Services saja, tetapi juga termasuk beberapa kategori lain yang pencapaiannya  sangat bai.

Ia juga meminta seluruh personil Air Traffic Controller Indonesia untuk tetap berupaya meningkatkan profesionalitas dan kompetensinya dengan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kemampuan komunikasi. Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar operasional perlu dikuasai petugas ATC.

(Baca juga: Perpindahan Pesawat Haji dan Padatnya Traffic Bandara Soekarno-Hatta)

"Karena itu, seorang ATC harus bekerja dengan perfect dan mampu mengelola stres. Kalau salah sedikit saja, dampaknya sangat luar biasa. Seluruh kepercayaan semua pengguna transportasi udara ada pada ATC," ujarnya.

Ia juga menilai, tema “Year of Members Association” dinilai sangat tepat bila dikaitkan dengan kondisi penerbangan Indonesia saat ini. Utamanya, ia melanjutkan, dalam menghadapi tantangan – tantangan yang menghadang di depan.  

IATCA diharapkan berupaya meningkatkan kompetensi anggotanya, baik secara mandiri maupun dengan memberikan dorongan kepada manajemen AirNav Indonesia dan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

"Saya berharap, IATCA tidak pernah lelah dalam memberikan kontribusi positif bagi negeri ini. Teruslah berjuang demi kemajuan penerbangan kita, demi kebanggaan Indonesia," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X