Ini Tips OJK agar Nasabah Aman dalam Bertransaksi - Kompas.com

Ini Tips OJK agar Nasabah Aman dalam Bertransaksi

Kompas.com - 13/03/2018, 11:33 WIB
Ilustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone.Thinkstock Ilustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone.

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) terus mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan secara aman baik melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hingga melalui internet banking.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi masyarakat nasabah dalam melakukan transaksi perbankan, mulai dari menjaga kerahasiaan pin ATM hingga melakukan perubahan pin ATM secara berjenjang.

"Kalau bertransaksi lewat ATM atau internet banking atau digital banking jangan pernah sekalipun men-share pin kepada pihak lain," ujar Heru saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (13/3/2018).

Selain itu, nasabah perbankan juga perlu membuat kombinasi angka dan huruf untuk kode rahasia pada layanan internet banking atau aplikasi perbankan agar tingkat keamanan dan kerahasiaan pin terjaga dengan baik.

Baca juga: Lembaga Keuangan Bisa Didenda Rp 1 Miliar jika Tak Laporkan Data Nasabah

"Buatlah pin yang aman dengan kombinasi angka dan huruf dan sering-seringlah mengganti pin atau password," ungkap Heru.

Menurut Heru, selain peran masyarakat melakukan transaksi perbankan yang aman, pihak perbankan juga perlu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait tata cara aman bertransaksi hingga menghindari penipuan-penipuan dan praktik kejahatan.

"Pihak bank juga harus sering mengedukasi nasabah. OJK tentunya akan mengecek keamanan sistem bank secara periodik," sebut Heru.

Sebelumnya, telah terjadi kehilangan dana milik belasan nasabah bank BRI Unit Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kehilangan uang tabungannya secara misterius. Uang tabungan milik nasabah itu tiba-tiba berkurang dengan variasi antara Rp 500.000, Rp 4 juta, bahkan ada juga yang mencapai Rp 10 juta.

Baca juga: Uang Tabungan 16 Nasabah BRI Hilang secara Misterius

Mereka kemudian berbondong-bondong datang ke kantor BRI untuk mengetahui penyebab hilangnya uang dalam rekening tabungan itu.

Elvina, salah seorang nasabah, mengatakan, uang tabungannya berkurang sebesar Rp 500.000. Hal itu setelah tiba-tiba dia menerima pesan singkat pada ponselnya yang berisi pemberitahuan transaksi debet pada Minggu (11/3/2018) malam. "Padahal, saya tidak menggunakannya sama sekali," ujar Elvina saat ditemui di halaman kantor BRI Unit Ngadiluwih.

Mujiyat, nasabah lainnya, kehilangan uang hingga Rp 10 juta. Itu dia ketahui saat transaksi penarikan ATM gagal, padahal seingatnya masih ada cukup uang di rekeningnya. "Saya mau narik Rp 5 juta enggak bisa, kena limit. Uang rekening saya Rp 50 juta," ujarnya.

Dari pengecekan yang dilakukannya di bank, diketahui ada transaksi dua kali pada rekeningnya, yaitu pada tanggal 10 dan 11 Maret. Dia merasa janggal karena dua transaksi itu tidak dilakukannya.

Baik Elvina maupun Mujiyat sudah mengurus masalah ini di kantor BRI tempatnya membuka rekening. Oleh pihak bank, mereka disarankan menunggu beberapa hari untuk mengatasi masalah ini.

Sementara itu, pihak bank BRI Cabang Kediri sudah mendapat laporan tentang kejadian ini. Dugaan awal adalah adanya aktivitas skimming dan saat ini sudah ditangani oleh BRI pusat. "Dugaan sementara dan kemungkinan adalah skimming," ujar kepala Cabang BRI Kediri Dadi Kusnadi.

Kompas TV Ada pesan berantai yang menyatakan nasabah BCA dikenakan charge dalam tiap transaksi debet.


Komentar
Close Ads X