Pakar IT Sebut Tabungan Nasabah BRI Dibobol dengan Skimming

Kompas.com - 13/03/2018, 18:18 WIB
ATM BRI yang dibobol di Kota Bireuen, Aceh, masih dipasang police line. Selasa (13/10). DESI Kompas.com/Desi Safnita saifanATM BRI yang dibobol di Kota Bireuen, Aceh, masih dipasang police line. Selasa (13/10). DESI

JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli forensik digital Ruby Alamsyah menyebutkan pembobolan ATM milik sejumlah nasabah BRI kemungkinan memakai metode skimming dan pencairan dananya dilakukan di luar negeri.

"Jadi dari perspektif saya, meyakini kejadian tersebut merupakan pembobolan menggunakan ATM fraud dengan metode skimming," ujarnya saat bincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (13/3/2018).

Dia menjelaskan bahwa metode skimming sudah biasa digunakan untuk membobol ATM. Caranya dilakukan dengan memasang alat yang bisa menyalin nomor kartu ATM nasabah serta kamera pengintai PIN Pad di mesin penarik uang.

Pelaku yang sudah mendapatkan nomor kartu dan rekaman PIN kemudian mencocokkannya dengan melihat log waktu pencatatan. Dari situ, kemudian pelaku bisa memasukkan nomor serta PIN ke kartu ATM kosong dan memakainya untuk mengambil uang.

Baca juga : Dana Nasabah BRI Hilang, OJK Sebut, kalau Terbukti Bank yang Lalai, Harus Menggantinya

Ruby meyakini, setelah mendapatkan nomor kartu ATM beserta PIN, pelaku melakukan penarikan dana di luar negeri. Hal ini menurutnya terlihat dari nominal penarikan yang tidak bulat serta dikenakan biaya administrasi.

"Dari salah satu pernyataan pejabat BRI, dia menyebutkan kemungkinan penarikan sejumlah rekening nasabah menggunakan ATM di luar Indonesia. Dibuktikan dengan nominal pasti yang terkena itu tidak bulat, alias ada pecahannya. Lalu, ada tambahan biaya administrasi beberapa puluh ribu," imbuhnya.

Kriminal Terorganisir

Ruby berpendapat skimming kartu ATM nasabah BRI itu merupakan ulah organisasi kriminal internasional. Organisasi tersebut merekrut tim operasional lokal untuk memasang alat penyalin nomor ATM dan PIN; kemudian meminta tim itu mengirimkan hasilnya ke luar negeri.

Karena itu dia menyarankan agar pihak yang berwenang tak hanya mengusut pelaku-pelaku yang berada di Tanah Air, tapi mengejar hingga menangkap aktor intelektual yang berada di luar negeri.

"Polisi kan sudah sering menangkap. Tapi yang terjadi adalah si pelaku setiap tim operasional ditangkap, mereka merekrut baru lagi," ujar Ruby.

"Jadi polisi cuma menangkap tim operasional lokal saja, bukan aktor intelektual. Sudah 7 tahun saya ngomong, terbukti sekarang masih terjadi kasus serupa," pungkasnya.

Kompas TV Pembobolan dana nasabah melalui modus skiming kembali terjadi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Whats New
Sasar Proyek Grup Waskita hingga IKN, WSBP Target Kontrak Baru 2022 Tumbuh 30 Persen

Sasar Proyek Grup Waskita hingga IKN, WSBP Target Kontrak Baru 2022 Tumbuh 30 Persen

Rilis
Kabar Gembira, Pemerintah Perpanjang Insentif PPh Final UMKM

Kabar Gembira, Pemerintah Perpanjang Insentif PPh Final UMKM

Whats New
'Emak-emak' Mengeluh Sulit Dapat Minyak Goreng Murah di Ritel Modern, Kemendag Ungkap Penyebabnya

"Emak-emak" Mengeluh Sulit Dapat Minyak Goreng Murah di Ritel Modern, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Whats New
IHSG Ditutup Menguat 0,16 Persen, Rupiah Justru Melemah

IHSG Ditutup Menguat 0,16 Persen, Rupiah Justru Melemah

Whats New
Minyak Goreng Rp 14.000 Langka, Pengusaha Ritel Sentil Produsen dan Distributor

Minyak Goreng Rp 14.000 Langka, Pengusaha Ritel Sentil Produsen dan Distributor

Whats New
Biaya, Syarat, dan Cara Mengurus STNK Hilang atau Rusak di Samsat

Biaya, Syarat, dan Cara Mengurus STNK Hilang atau Rusak di Samsat

Whats New
Salurkan Kredit ke Sektor Prioritas, Bank Akan Dapat Insentif

Salurkan Kredit ke Sektor Prioritas, Bank Akan Dapat Insentif

Whats New
Transaksi Belanja di Malaysia dan Thailand Bisa Pakai QRIS

Transaksi Belanja di Malaysia dan Thailand Bisa Pakai QRIS

Whats New
Omicron Melonjak, Sri Mulyani: Ini Akan Jadi Perhatian agar Tak Pengaruhi Pemulihan Ekonomi

Omicron Melonjak, Sri Mulyani: Ini Akan Jadi Perhatian agar Tak Pengaruhi Pemulihan Ekonomi

Whats New
OJK Ingatkan, Hati-hati jika Ada Pinjol Ilegal 'Catut' Nama OJK

OJK Ingatkan, Hati-hati jika Ada Pinjol Ilegal "Catut" Nama OJK

Spend Smart
Perluas Layanan QRIS ke Negara Tetangga, BI Gandeng Bank Negara Malaysia

Perluas Layanan QRIS ke Negara Tetangga, BI Gandeng Bank Negara Malaysia

Whats New
Tingkat Utang RI Naik 10,8 Persen, Sri Mulyani: Lebih Baik Dibanding Negara Berkembang Lain

Tingkat Utang RI Naik 10,8 Persen, Sri Mulyani: Lebih Baik Dibanding Negara Berkembang Lain

Whats New
Targetkan 10 Juta Pohon, Mentan: Alhamdulillah, Kopi Indonesia Sangat Diminati...

Targetkan 10 Juta Pohon, Mentan: Alhamdulillah, Kopi Indonesia Sangat Diminati...

Whats New
Bank Indonesia Prediksi The Fed Naikkan Fed Fund Rate 4 Kali di Tahun Ini

Bank Indonesia Prediksi The Fed Naikkan Fed Fund Rate 4 Kali di Tahun Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.