China Segera Bangun Standar Blockchain Nasional - Kompas.com

China Segera Bangun Standar Blockchain Nasional

Kompas.com - 13/03/2018, 19:00 WIB
Bendera Republik Rakyat ChinaThe Guardian Bendera Republik Rakyat China

KOMPAS.com - Pemerintah China mempertimbangkan membangun standar nasional untuk blockchain dan distributed ledger technology (DLT), menurut rilis resmi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China pada Senin waktu setempat.

Seperti dikutip dari CoinDesk, sebagai langkah awal, pemerintah China akan menggelar seminar mengenai bagaimana kerangka standar ini akan dibangun.

Upaya standarisasi ini dilakukan oleh China Electronics Standardization Institute dibawah pengawasan Kementerian, saat ini lembaga tersebut juga berupaya membentuk komite khusus untuk standarisasi tersebut.

Kementerian Industri dan TI China mengindikasikan bahwa organisasi standar internasional tersebut nantinya akan fokus ke topik DLT, mendorong China jadi pemimpin teknologi blockchain di masa mendatang.

Baca juga : Tak Hanya untuk Bitcoin, Blockchain Juga Bisa Dimanfaatkan untuk Bisnis

Rencana ini sejalan dengan adopsi blockchain yang marak di China walaupun pemerintah China melarang investasi berbasis mata uang kripto dan initial coin offering (ICO) pada tahun lalu.

Blockchain

Sekadar informasi, teknologi blockchain adalah teknologi yang mendasari berjalannya Bitcoin tanpa bergantung kepada server terpusat dan dengan demikian terhindar dari risiko downtime. Sistem blockchain hadir dengan mengubah pendekatan yang sentralistik menjadi terdesentralisasi.

Pada prinsipnya, teknologi blockchain mengkondisikan setiap server yang menjalankan software ini membentuk konsensus jaringan secara otomatis untuk saling mereplikasi data transaksi dan saling memverifikasi data yang ada.

Oleh karena itu, ketika salah satu server mengalami hack, server tersebut dapat diabaikan karena dianggap memiliki data yang berbeda dengan mayoritas jaringan server lainnya.

Baca juga : BI Sebut Bakal Kaji Pemanfaatan Teknologi Blockchain

Hal tersebut membuat teknologi blockchain relatif jauh lebih kuat menghadapi serangan dibandingkan teknologi yang tersentralisasi karena selalu ada minimal 1 server yang berjalan untuk menangani transaksi.

Teknologi blockchain memungkinkan konsensus jaringan untuk mencatat dan memvalidasi setiap transaksi sehingga data yang sudah masuk tidak dapat dipalsukan, hilang atau rusak sehingga tidak dapat dimanipulasi oleh penyedia jaringan.

Kompas TV Bank Indonesia mengkaji penerbitan mata uang rupiah virtual. Kajian ini akan rampung pada tahun 2020 mendatang.



Close Ads X