Bandara Kertajati-AMAA Madinah Jajaki Kerja Sama Haji dan Umrah - Kompas.com

Bandara Kertajati-AMAA Madinah Jajaki Kerja Sama Haji dan Umrah

Kompas.com - 13/03/2018, 19:34 WIB
Proses pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.DOKUMENTASI BIJB Proses pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

BANDUNG, KOMPAS.com - Bandara Kertajati ditargetkan melayani penerbangan haji dan umrah pada 2018. Untuk mewujudkannya, BIJB menjajaki kemitraan dengan Bandara Internasional Amir Muhammad binAbdul Azis (AMAA) Madinah.

Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengaku telah mengusulkan beberapa konsep kerja sama terkait pelayanan penumpang haji dan umrah. Optimalisasi ini untuk memanfaatkan besarnya pasar yang ada di Indonesia.

"Indonesia merupakan negara lima besar negara terpadat di dunia. Jumlah penduduknya 261,1 juta pada 2016, dan 85 persennya muslim. Jawa Barat adalah provinsi berpenduduk paling banyak di Indonesia, dengan populasi 47 juta," ujar Virda, Selasa (13/3/2018).

Pemerintah Indonesia memperkirakan 17 persen orang Jawa Barat melakukan kunjungan haji setiap tahun, sedangkan 20 persen lainnya mengikuti umrah.

Dalam pertemuan diplomasi tersebut, sambung Virda, dipaparkan data jumlah jemaah asal Indonesia di Madinah meningkat setiap tahunnya. Pada 2014, jemaah umrah 141.144 dan haji 91.230. Pada 2015 menjadi 152.448 jemaah umrah dan haji 155.938.

Pada tahun 2016 kembali meningkat, jemaah umrah sebanyak 188.518 dan haji 155.376. Terakhir, pada 2017, jemaah umrah 335.747 dan haji 199.215. Dari angka tersebut, rata-rata kenaikan penumpang umrah dari Indonesia ke Madinah tumbuh 53 persen per tahunnya.

Indonesia memberi kontribusi cukup besar pada kunjungan ke Madinah. Hal ini membuat pengunjung dari kawasan Asia Pasific menjadi penyumbang traffic yang cukup sibuk yakni 31 persen dibanding empat benua lainnya.

"Oleh karena itu (penjajakan) kerja sama tersebut kita lakukan. Sebab saat Kertajati (BIJB) beroperasi kita juga ingin melakukan pelayanan prima dan memberikan berbagai fasilitas memadai untuk kebutuhan haji dan umroh," sebut Virda.

Virda mengungkapkan, pihak Madinah menyambut baik tawaran kerja sama ini. "Tahap selanjutnya akan dibentuk tim khusus untuk merumuskan kerja sama secara lebih detil dengan melakukan kunjungan balasan ke BIJB dalam waktu dekat," imbuhnya.

Managing Director Tibah Airports Operation Sofiene Abdessalem mengatakan, kerja sama bilateral ini akan saling menguntungkan.

"Kami menyambut baik kesempatan untuk bekerja sama dengan rekan-rekan kami BIJB untuk berbagi pengetahuan dan keahlian. Ini dilakukan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang antara dua bandara yang sedang fokus pada penumpang haji dan umrah," papar Sofiene.



Close Ads X