Ratusan Komputer dari Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali akan Dibagikan ke Sekolah - Kompas.com

Ratusan Komputer dari Pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali akan Dibagikan ke Sekolah

Kompas.com - 13/03/2018, 19:41 WIB
Konferensi pers Panitia Nasional IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018) sore. Para panitia (dari kiri ke kanan) Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya Didit Herdiawan Ashaf, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Konferensi pers Panitia Nasional IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018) sore. Para panitia (dari kiri ke kanan) Kepala Staf Umum TNI Laksamana Madya Didit Herdiawan Ashaf, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia Nasional Annual Meeting IMF (International Monetary Fund)-World Bank Group 2018 akan memberikan ratusan unit komputer ke sekolah yang membutuhkan usai agenda tahunan itu selesai.

Komputer tersebut dibeli oleh pemerintah Indonesia yang dalam hal ini berlaku sebagai tuan rumah annual meeting.

"Mengenai komputer yang kami beli 400 unit akan dibagikan ke Kabupaten Banyuwangi, ke Bali, dan ke Lombok. Jadi, pada dasarnya barang itu juga kembali kepada rakyat," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus Ketua Panitia Nasional Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018, Luhut Binsar Panjaitan, usai rapat di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).

Luhut menjelaskan, dana yang dikeluarkan pemerintah untuk memenuhi kewajiban mereka sebagai tuan rumah acara ini sekitar Rp 800 miliar. Meski begitu, dari jumlah pengeluaran itu diperkirakan lebih dari setengahnya akan kembali menjadi keuntungan bagi Indonesia.

Terlebih, dalam hal penginapan atau hotel ditanggung sendiri oleh negara-negara anggota IMF. Sebagai perkiraan, delegasi dari 189 negara anggota IMF berjumlah 15.000 orang, belum ditambah dengan rombongan mereka yang totalnya ditaksir lebih dari 20.000 orang, dan mereka semua akan menempati hotel di Bali selama acara berlangsung.


"Teknis pemberian komputer sedang kami bicarakan dengan pimpinan daerah, mana sekolah yang mau diberikan. Kami sepakat, jangan diberikan satu-satu, dicatat saja satu sekolah berapa," tutur Luhut.

Annual Meeting IMF-World Bank 2018 akan diselenggarakan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada 8-14 Oktober 2018. Nantinya akan ada sekitar 15.000 lebih delegasi dari 189 negara anggota yang datang ke Bali, belum ditambah dengan perwakilan pejabat tiap negara, gubernur bank sentral, CEO, serta pihak terkait lainnya.

Komentar
Close Ads X