Rupiah Berpotensi ke Rp 15.000 Per Dollar AS Jadi Berita Terpopuler - Kompas.com

Rupiah Berpotensi ke Rp 15.000 Per Dollar AS Jadi Berita Terpopuler

Kompas.com - 14/03/2018, 08:00 WIB
Ilustrasi Rupiah MelemahTOTO SIHONO Ilustrasi Rupiah Melemah

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan mengeluarkan aturan mengenai batasan bagi penumpang yang membawa power bank dalam pesawat.

Pembatasan itu dilakukan guna mengantisipasi permasalahan yang timbul dari power bank yang memiliki daya simpan besar. Berita ini menjadi salah satu terpopuler pada Selasa (13/3/2018).

Berita lainnya adalah mengenai moratorium rekruitmen sopir taksi online, serta prediksi rupiah bisa melemah hingga Rp 15.000 per dollar AS.

Berikut berita-berita terpopuler dari Kompas.com sepanjang hari kemarin:

1. Maskapai Terapkan Aturan tentang "Power Bank" bagi Penumpang

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2018 tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portabel dan Baterai Litium Cadangan pada Pesawat Udara. Aturan yang berlaku per 9 Maret 2018 ini sudah diterapkan sejumlah maskapai saat ini.

Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan saat dihubungi Kompas.com, Selasa (13/3/2018). Ikhsan menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, besaran daya power bank yang diizinkan dibawa ke pesawat adalah yang berkapasitas maksimal 20.000 milliamps hour (mAh) atau tidak lebih dari 100 watt per hour dengan voltase 5 volt.

2. Moratorium Pengemudi Taksi Online, Luhut Sebut Agar Sopir Bisa Bayar Cicilan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara perekrutan sopir taksi online adalah untuk menjaga penghasilan para sopir.

"Iya pendaftaran kita minta dibatasi karena jumlah berlebihan nanti akan menimbulkan masalah," ucap Luhut saat ditemui di Kantor Kemenko Maritim, Senin (12/3/2018). Hal itu supaya penghasilan sopir taksi online bisa stabil sehingga dapat membayar cicilan mobil mereka. Saat ini menurut Luhut, 70 persen sopir taksi online berstatus mencicil kendaraan mereka.

3. Pakar IT Sebut Tabungan Nasabah BRI Dibobol dengan Skimming

Ahli forensik digital Ruby Alamsyah menyebutkan pembobolan ATM milik sejumlah nasabah BRI kemungkinan memakai metode skimming dan pencairan dananya dilakukan di luar negeri.

"Jadi dari perspektif saya, meyakini kejadian tersebut merupakan pembobolan menggunakan ATM fraud dengan metode skimming," ujarnya saat bincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (13/3/2018).

Dia menjelaskan bahwa metode skimming sudah biasa digunakan untuk membobol ATM. Caranya dilakukan dengan memasang alat yang bisa menyalin nomor kartu ATM nasabah serta kamera pengintai PIN Pad di mesin penarik uang.

4. S&P Peringatkan Rupiah Bisa Melemah ke 15.000 Per Dollar AS

Nilai tukar rupiah kemungkinan masih akan tertekan dalam jangka waktu yang lama. Lembaga rating Standard and Poor’s (S&P) mengatakan, pelemahan rupiah ke level Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS) perlu diwaspadai.

Senior Director Corporate Ratings S&P, Xavier Jean mengatakan, rupiah perlu diawasi jika mencapai level ini. Dia menambahkan, depresiasi bisa berlangsung cepat. Dia mencontohkan pelemahan nilai tukar rupiah pada tahun 2015. Saat itu, rupiah melemah dari Rp 12.000 ke Rp 15.000 hanya dalam hitungan beberapa bulan.

5. Ini Tips OJK agar Nasabah Aman dalam Bertransaksi

Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) terus mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan secara aman baik melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hingga melalui internet banking.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi masyarakat nasabah dalam melakukan transaksi perbankan, mulai dari menjaga kerahasiaan pin ATM hingga melakukan perubahan pin ATM secara berjenjang.



Close Ads X