Meleset dari Target, Beras Impor dari India dan Pakistan Masuk Akhir Maret - Kompas.com

Meleset dari Target, Beras Impor dari India dan Pakistan Masuk Akhir Maret

Kompas.com - 14/03/2018, 15:50 WIB
Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2/2018). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton  kepada Perum Bulog dengan tujuan untuk menstabilkan harga. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama/18 Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2/2018). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton kepada Perum Bulog dengan tujuan untuk menstabilkan harga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) mengungkapkan proses pemasukan beras impor yang dilakukan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dari India dan Pakistan akan molor dari target.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, awalnya target pemasukan beras impor dari India dan Pakistan itu pada akhir Februari 2018.

Akan tetapi, lanjut dia, Perum Bulog meminta perpanjangan waktu pemasukan beras impor itu hingga akhir Maret 2018.

"Jadi ini (perpanjangan) penyelesaian yang 281.000 ton. Sekarang baru masuk 261.000 ton. Karena yang 20.000 ton lagi sedang perjalanan. Sehingga perlu ada perubahan (waktu)," kata dia saat ditemui di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Baca juga : Pekan Depan Pemerintah Gelontorkan Stok Beras ke Pasar

Meski target pemasukan diperpanjang, Oke memastikan jumlah beras yang diimpor oleh Perum Bulog tidak akan bertambah. Menurut dia, beras yang akan diimpor Bulog tetap sebanyak 500.000 ton.

Sementara, tambah Oke, sisa jumlah beras impor sebanyak 219.000 ton rencananya akan masuk pada pertengahan tahun 2018.

"Jadi ada yang masuk maret ada yang masuk Juni. Kalau enggak salah India dan Pakistan itu masuk masing-masing 100.000 ton," pungkas dia.

Seperti diketahui, pada Januari 2018 pemerintah telah mengeluarkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton. Beras ini nantinya akan menjadi stok Perum Bulog sebagai cadangan sewaktu-waktu diperlukan.

Kompas TV Memasuki bulan maret atau masa panen raya petani serapan beras Bulog masih minim.


Komentar
Close Ads X