Kompas.com - 15/03/2018, 05:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan berupaya menjaga transaksi nasabah dari kejahatan duplikasi kartu melalui metode skimming.

Terkait hal ini, BRI telah mengambil sejumlah tindakan untuk melindungi nasabah.

Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tribaroto menjelaskan, hal tersebut merupakan bagian dari aspek pengelolaan manajemen risiko guna menjaga keamanan transaksi dan dana nasabah. Oleh karena itu, sistem keamanan dari sisi teknologi informasi (TI) kini jadi fokus utama BRI.

Saat ini pun BRI tengah melakukan peningkatan keamanan pada teknologi e-channel.

"Kami pun mengimbau agar nasabah tidak perlu khawatir akan keamanan dalam menggunakan layanan BRI," kata Bambang dalam keterangannya, Rabu (14/3/2018).

Baca juga : Nasabah yang Saldonya Hilang: Harusnya BRI Bisa Beresin Cepat...

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, BRI akan melakukan edukasi kepada nasabah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam transaksi perbankan.

BRI akan mengganti semua kerugian yang dialami nasabahnya apabila hasil investigasi menunjukkan bahwa terbukti terjadi kejahatan melalui skimming.

Menilik pada kejadian dugaan skimming yang terjadi di Kediri, Bambang menjelaskan bahwa BRI telah menyelesaikan investigasi internal secara cepat. Adapun seluruh dana nasabah yang hilang telah dikembalikan secara penuh.

Baca juga : Pembobolan Rekening juga Dialami Nasabah BRI di Jakarta

BRI juga telah mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi terjadi hal serupa dengan berbagai langkah, utamanya dalam rangka untuk mengamankan uang nasabah baik dari sisi teknologi maupun kebijakan.

BRI juga terus mengimbau nasabah agar mengganti PIN secara berkala untuk melindungi transaksinya.

"BRI juga sudah menampilkan tayangan pada layar ATM berupa himbauan untuk menutupi tangan saat memasukkan PIN," ungkap Bambang.

Baca juga : Soal Hilangnya Dana Nasabah, OJK Sebut BRI Sebenarnya Sudah Memahami...

Nasabah juga diimbau mengaktifkan SMS notifikasi sehingga dapat langsung mengetahui apabila terjadi kejanggalan transaksi pada rekening dan juga meng-install BRI Mobile yang memiliki fitur disable card yang memungkinkan nasabah menon-aktifkan rekening langsung dari handphone sehingga semakin menambah keamanan rekening nasabah.

Kompas TV Data yang dibobol adalah data para pekerja di Amerika Serikat yang menjadi nasabah kredit.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.