Impor Beras Sumbang Defisit Neraca Perdagangan Februari - Kompas.com

Impor Beras Sumbang Defisit Neraca Perdagangan Februari

Kompas.com - 15/03/2018, 17:22 WIB
Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2/2018). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton  kepada Perum Bulog dengan tujuan untuk menstabilkan harga. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama/18 Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2/2018). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menerbitkan izin impor beras sebanyak 500.000 ton kepada Perum Bulog dengan tujuan untuk menstabilkan harga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat kebijakan impor beras oleh pemerintah turut menyumbang tingginya nilai impor yang menyebabkan neraca perdagangan pada Februari 2018 mengalami defisit.

Pemerintah menetapkan kuota impor beras dari sejumlah negara produsen sebesar 500.000 ton dalam rangka stabilisasi harga beras dalam negeri.

"Kenaikan impor barang konsumsi selama Februari dari Januari bisa dipahami karena komoditas yang dominan, salah satunya adalah beras," kata Kepala BPS Suhariyanto saat menggelar konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).

BPS mencatat defisit neraca perdagangan Februari sebesar 0,12 miliar dolar AS. Untuk nilai impornya tercatat sebesar 14,21 miliar dolar AS, dengan rincian impor barang konsumsi 1,38 miliar dolar AS, impor bahan baku atau penolong 10,58 miliar dolar AS, dan impor barang modal 2,25 miliar dolar AS.

Baca juga: Neraca Perdagangan Februari 2018 Defisit

Dalam hal ini, komoditas beras masuk kategori impor barang konsumsi. Dengan begitu, meski turut menyumbang terhadap nilai impor, kebijakan impor beras ini tidak terlalu signifikan karena porsi paling besar ada pada impor bahan baku dan disusul dengan impor barang modal.

"Impor di barang modal atau bahan baku itu sebuah pertanda bahwa ekonomi kita masih menggeliat," tutur Suhariyanto.

Adapun dari Januari hingga Februari 2018, BPS mencatat data beras impor yang telah masuk ke Indonesia sekitar 286.000 ton lebih.


Close Ads X