Go-Jek Dikabarkan Pilih Skema Backdoor Listing Ketimbang IPO untuk Melantai di Bursa

Kompas.com - 16/03/2018, 11:30 WIB
CEO Go-Jek, Nadiem Makarim. Oik Yusuf/KOMPAS.comCEO Go-Jek, Nadiem Makarim.

KOMPAS.com - Rencana perusahaan aplikasi transportasi Go-Jek untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) menuai kabar terbaru.

Jika sebelumnya Go-Jek berencana melantai di bursa dengan skema penawaran saham perdana atau initial public offering ( IPO), maka beredar kabar jika Go-Jek juga menimbang skema berbeda untuk melantai di bursa.

Kabar yang sampai KONTAN menyebut bahwa Go-Jek akan memilih jalan memutar, yakni dengan mengakuisisi perusahaan yang sudah terdaftar di bursa saham. Dengan kata lain, Go-Jek akan melakukan aksi backdoor listing.

Lewat cara tersebut, Go-Jek secara tidak langsung akan melantai di bursa tanpa harus menggelar IPO.

Baca juga : Go-Jek Bakal Melantai di Bursa Efek Indonesia

Konon, aksi ini diambil lantaran ada pemodal Go-Jek yang keberatan jika identitas dan modalnya diketahui oleh publik.

Apalagi para pemodal perusahaan unicorn ini beraneka macam, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Baca juga : Berapa Kucuran Dana yang Diterima Go-Jek?

Nah, kabar selentingan ini juga menyebut bahwa perusahaan yang diincar sebagai calon "pintu belakang" adalah PT Express Transindo Utama Tbk.

Emiten dengan kode saham TAXI ini dipilih lantaran model bisnis TAXI juga bermitra dengan sopir sebagai pemilik kendaraan.

KONTAN mencoba memverifikasi kabar ini ke manajemen TAXI. Tapi, Direktur Utama Express Transindo Utama Benny Setiawan membantah kabar tersebut. "Itu tidak benar," kata dia.

Sayangnya, sampai berita ini turun, manajemen Go-Jek juga tidak mau berkomentar.

Baca juga : Blue Bird Bantah Sahamnya Dibeli Go-jek

David Nathanel Sutyanto, analis Ekuator Swarna Sekuritas, menduga opsi yang bakal diambil Go-Jek adalah dual listing, bukan backdoor listing lewat TAXI. (Markus Sumartomdjon)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Ada Kabar Go-Jek memilih backdoor listing ketimbang IPO di BEI pada Kamis (15/3/2018)

Kompas TV Suntikan dari konsorsium Alphabet, induk usaha Google mencapai Rp 16 triliun.



Sumber

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X