Kompas.com - 16/03/2018, 17:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna internet di Indonesia yang hingga 2017 usai berjumlah 143,26 juta orang kembali diimbau bersikap bijak. (Baca: Tahun 2017, Pengguna Internet di Indonesia Mencapai 143,26 Juta Orang)

Imbauan ini terkait dengan kemungkinan terjadinya kasus penyalahgunaan data registrasi kartu prabayar.

Pasalnya, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (16/3/2018) menengarai ada celah pada regulasi yang dapat memicu kasus tersebut terjadi. "Ada oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan fasilitas di mitra operator. Juga banyaknya data pribadi tersebar di dunia maya," kata  Ketua ATSI Merza Fachys.   

"Yang pertama perlu dipahami, apanya dulu yang bocor? Data yang beredar dan mengalir yang disimpan operator itu hanya nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK). Hanya berisi nomor, bisa apa orang dengan data NIK dan KK,”

Merza mengatakan operator hanya meneruskan dua nomor (NIK dan KK) itu ke database atau pusat data Direktorat Jenderal  Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapin Kemendagri) untuk mendapat jawaban bahwa NIK dan KK sesuai atau tidak. “Kalau sesuai, nomor itu benar. Bukan abal-abal. Maka kita yakini orang ini orang yang benar,” ujarnya.

Terkait kasus penyalahgunaan data registrasi kartu prabayar, Merza menjelaskan, setelah ditelusuri ada ibu-ibu yang minta dibantu meregistrasi kartunya di outlet. “Kemudian ada orang datang, minta didaftarkan juga, akhirnya menggunakan data ibu yang tadi. Kemudian begitu terus, berulang-ulang. Nah, kebocoran data hanya bisa terjadi jika nama-nama keluar dari database Dukcapil. Padahal Dukcapil bilang, proteksinya sudah setengah mati,” paparnya.

Perilaku

Ditambahkannya, sengaja atau tidak sengaja data-data pribadi masyarakat telah beredar luas di internet. Hal itu tak lain dari perilaku di dunia siber.

Berdasarkan data yang diimiliki ATSI, sebanyak 60 persen pengguna internet mengunggah fotonya di dunia maya. Tak hanya itu, 50 persen dari pengguna internet juga memberikan data berupa tanggal lahir, lalu 46 persen memberikan informasi mengenai email pribadinya.

Lebih dari itu, 30 persen pengguna internet juga memberikan informasi alamat rumahnya dan bahkan 24 persennya menuliskan nomor ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.