Sambut Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup - Kompas.com

Sambut Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai Ditutup

Kompas.com - 17/03/2018, 14:29 WIB
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna menghormati Hari Raya Nyepi 2018, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali ditutup selama 24 jam, terhitung mulai tanggal 17 Maret pukul 06.00 WITA hingga tanggal 18 Maret pukul 06.00 WITA akan dibuka kembali.

Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Agus Santoso meminta pelayanan kepada penumpang yang terdampak oleh penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali untuk menghormati hari raya Nyepi, harus tetap dilakukan secara maksimal.

"Pelayanan maksimal harus diberikan tidak saja pada penumpang di bandara tersebut, tapi juga di bandara-bandara lain yang terdampak karena sifat penerbangan yang terhubung secara network antar bandara," terang Agus melalui keterangan resmi, Sabtu (17/3/2018).

Baca juga : Jelang Hari Raya Nyepi, Internet Mati Pengaruhi Aktivitas Jurnalis dan Warga Bali

Dengan ini pihaknya meminta, semua operator dan regulator penerbangan seperti pengelola bandara, maskapai penerbangan dan otoritas bandar udara harus bekerja sama dan memberi pengertian kepada penumpang secara persuasif dan simpatik untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Akibat penutupan Bandara Ngurah Rai selama satu hari tersebut, ada banyak penerbangan yang terdampak. Yaitu sekitar 410 penerbangan yang  terdiri atas 217 penerbangan domestik dan  193 penerbangan internasional. Hal ini harus diantisipasi terutama terkait kenyamanannya agar tidak menimbulkan hal-hal yang negatif," ujar Agus.

Agus mengatakan, penutupan bandara untuk menghormati Hari Raya Nyepi ini sudah diinformasikan jauh-jauh hari baik oleh pengelola Bandara, AirNav maupun regulator sehingga maskapai penerbangan sudah bisa mengantisipasi dengan tidak membuka penerbangan dari dan ke Bali.

Baca juga : Hari Raya Nyepi, Bandara Ngurah Rai Tutup Operasional pada Sabtu

Menurut Agus, untuk penumpang domestik diperkirakan sudah mengetahui adanya penutupan bandara ini karena sudah dilakukan setiap tahun saat hari raya Nyepi.

Namun bagi penumpang internasional, ada kemungkinan tidak banyak yang mengetahui tentang hal ini karena merupakan kearifan lokal di Indonesia yang tidak ada di negara para penumpang tersebut.

Namun demikian, Agus menyatakan, penanganan terkait kenyamanan penumpang domestik dan internasional harus diperlakukan sama.

Sementara itu, Hari Raya Nyepi akan dirayakan oleh umat Hindu di  Indonesia pada Minggu, 18 Maret 2018.

Pada hari tersebut, umat Hindu tidak boleh bekerja, tidak boleh bepergian, tidak boleh menyalakan api dan tidak boleh bersenang-senang.

Kompas TV Umat Hindu menjalankan catur brata penyepian atau empat pantangan selama sehari penuh. 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X