Bank Mandiri Cegah Kejahatan "Skimming", Pasang Alat Khusus di ATM

Kompas.com - 19/03/2018, 17:29 WIB
Alat-alat skimming yang digunakan untuk membobol uang nasabah sejumlah bank dipamerkan polisi saat merilis kasus tersebut di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIAlat-alat skimming yang digunakan untuk membobol uang nasabah sejumlah bank dipamerkan polisi saat merilis kasus tersebut di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu terungkap kejahatan perbankan dengan metode skimming, berawal dari laporan nasabah yang saldonya berkurang tanpa ada transaksi.

Metode skimming dilakukan dengan memasang alat pembaca data kartu debit pada mesin ATM.

Untuk mencegah terjadinya kejahatan perbankan dengan metode skimming, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan telah melakukan serangkaian upaya.

Baca juga : Begini Modus Bobol ATM dengan Cara "Skimming"

 

Direktur Digital Banking & Technology Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengungkapkan, pihaknya telah memasang perangkat anti skimming pada mesin ATM.

"Kalau ada skimming, maka (mesin) ATM mati," kata Rico di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Baca juga : Ketika Kejahatan Skimming Hantui Nasabah Bank...

Rico menjelaskan, Bank Mandiri selalu melakukan monitor terhadap mesin ATM dengan teknologi Common Compromise Point (CCP).

Dengan demikian, apabila ada kejadian kejahatan dengan metode skimming, maka bank akan dengan cepat mengetahui dan melakukan tindakan.

Selain itu, Rico menuturkan, kejahatan skimming juga dapat dimitigasi dengan beralih dari penggunaan kartu debit yang dilengkapi pita magnetik (magnetic stripe) ke cip. Dengan cip, maka tindakan skimming akan jauh lebih sulit untuk dilakukan.

"Apabila masih menggunakan (magnetic) stripe, masih akan bisa di-skimming," ujar Rico.

Baca juga : Polisi: Cuma Butuh 5-10 Menit Pasang Alat Skimming di Mesin ATM

Saat ini, imbuh Rico, jumlah kartu debit Bank Mandiri yang sudah dilengkapi cip mencapai 1,5 juta kartu. Hingga akhir tahun ini, Bank Mandiri menargetkan sebanyak 7 juta kartu debit yang diterbitkan sudah diganti dengan cip.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto menuturkan, dengan kejahatan perbankan dengan metode skimming yang terjadi baru-baru ini, bank diminta untuk mempercepat proses migrasi kartu dari pita magnetik menjadi cip.

Alasannya, teknologi cip lebih aman dan menurunkan risiko kejahatan seperti dengan metode skimming.

"Yang di-skimming kartu kartu debit yang menggunakan magnetic stripe. Secara ketentuan untuk saldo di bawah Rp 5 juta juga masih gunakan magnetic stripe," ujar Erwin, akhir pekan lalu.
Baca juga : Perbankan Mulai Realisasi Penggunaan Cip di Kartu ATM

Kompas TV Lima tersangka anggota sindikat pencurian data nasabah bank lewat mesin atm yang kerap beraksi di sejumlah kota di Indonesia dibekuk aparat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

[POPULER MONEY] Profil Lin Che Wei | Jabatan Lin Che Wei di Kemenko Perekonomian | MLFF Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Kilang Pertamina Berulang Kali Kebakaran, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.