Luhut Disarankan Segera Temui Parlemen Uni Eropa Bahas Larangan Biodiesel

Kompas.com - 19/03/2018, 19:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar PanjaitanKOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku telah menerima banyak masukan usai bertemu dengan 20 duta besar negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa, Senin (19/3/2018).

Masukan yang dimaksud mengenai upaya negosiasi Indonesia terhadap rencana pembatasan penggunaan produk turunan crude palm oil (CPO) berupa biodiesel, beberapa tahun mendatang.

"Tadi bagus, mereka menyarankan banyak hal agar kami bisa lobi parlemen Uni Eropa, mereka minta kalau bisa minggu pertama April sudah bisa ketemu parlemen Uni Eropa karena waktunya mendesak," kata Luhut saat ditemui di gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta Pusat, Senin sore.

Baca juga : Ini Besaran Dana Subsidi Biodiesel Periode Lima

Luhut sebelumnya sudah mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menegosiasikan hal tersebut dengan langsung ke Eropa untuk bertemu pihak terkait yang membidangi soal ini.

Salah satu yang akan disampaikan Luhut nanti adalah tentang penerapan perkebunan kelapa sawit ramah lingkungan yang sudah diterapkan di Indonesia.

Adapun sebelumnya, Parlemen Uni Eropa dalam voting tanggal 18 Januari menyetujui proposal UU energi terbarukan yang di dalamnya termasuk melarang penggunaan minyak sawit atau CPO untuk biodiesel mulai tahun 2021.

Pelarangan dilakukan karena Uni Eropa menilai CPO masih menimbulkan banyak masalah, dari deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM.

Baca juga : Darmin: Program Peremajaan Kelapa Sawit Terus Berjalan

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X