Kembangkan Ekosistem Game, Bekraf Bawa Developer Lokal ke Amerika

Kompas.com - 20/03/2018, 16:24 WIB
(tengah) Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak meresmikan pembukaan booth Indonesia di Game Connection America 2018 bersama perwakilan AGI Cipto Adiguno dan perwakikan Game Connection, di AT&T Park, San Francisco, AS, Senin (19/3/2018) KOMPAS.com/Yoga Hastyadi Widiartanto(tengah) Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak meresmikan pembukaan booth Indonesia di Game Connection America 2018 bersama perwakilan AGI Cipto Adiguno dan perwakikan Game Connection, di AT&T Park, San Francisco, AS, Senin (19/3/2018)

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf), Senin (19/3/2018) waktu setempat resmi membuka booth Archipelageek, yang merupakan showcase developer Indonesia di ajang Game Connection America 2018, San Francisco, Amerika Serikat.

"Delapan ini dipilih karena potensinya. Kami bawa ke sini karena ingin mulai dari mereka industri game berkembang ke arah global," ujar Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simanjuntak, pada Kompas.com di AT&T Park.

Dia menjelaskan lebih lanjut, Game Connection merupakan ajang business to business, berbeda dari acara lain yang menunjukkan produk jadi ke konsumen.

Di dalamnya terdapat Wadah bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia untuk saling terhubung, mencari dana, rekan hingga sumber daya baru yang berguna.

Baca juga : Dukung Kreator Lokal, Tokopedia dan Bekraf Gelar Maker Fest

Total ada delapan developer software Tanah Air yang dibawa ke ajang tersebut, yakni Assemblr, Semisoft, Lentera Nusantara, PT Megaxus Infotech, Tinker, Agate, Lyto, dan Gudang Voucher.

Masing-masing memiliki model bisnis yang berbeda, meski sama-sama bergerak dalam industri game. Misalnya, Assembr, Semisoft dan Agate yang sama-samag mengembangkan game, sedangkan Gudang Vouvher merupakan platform pembayaran.

Direktur Infrastruktur Bekraf, Muhammad Neil El Hikam menambahkan, harapannya berbagai proyek yang ditampilkan oleh masing-masing developer bisa menarik minat perusahaan lain di ranah global dan memperbesar peluang belajar mereka.

"Misalnya Assemblr yang merupakan software AR, punya banyak sekali potensi untuk dikembangkan apakah ke desain atau untuk dipakai di pendidikan. Di sini mereka bisa mencari rekanan untuk mengembangkan potensi tersebut," jelasnya.

Kompas TV Simak dialognya dalam Sapa Indonesia Pagi berikut ini!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X