Dikabarkan Akan Diakuisisi Go-Jek, Ini Tanggapan Taksi Express

Kompas.com - 20/03/2018, 20:28 WIB
Seorang pria melintasi jajaran kendaraan di Pool Taxi Express, Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (6/10). PT Express Transindo Utama Tbk menyampaikan laba pada Juni 2017 sebesar Rp158,73 miliar atau turun dari periode tahun lalu sebesar Rp374,06 miliar yang disebabkan oleh rendahnya tingkat utilitas alias tingkat perolehan penumpang dimana okupansi taksi Express turun dari 50-55% menjadi hanya 45%. Hal tersebut menyebabkan manajeman melakukan PHK karyawan serta berencana melepas sejumlah asetnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/NZ/17 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumaySeorang pria melintasi jajaran kendaraan di Pool Taxi Express, Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (6/10). PT Express Transindo Utama Tbk menyampaikan laba pada Juni 2017 sebesar Rp158,73 miliar atau turun dari periode tahun lalu sebesar Rp374,06 miliar yang disebabkan oleh rendahnya tingkat utilitas alias tingkat perolehan penumpang dimana okupansi taksi Express turun dari 50-55% menjadi hanya 45%. Hal tersebut menyebabkan manajeman melakukan PHK karyawan serta berencana melepas sejumlah asetnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/NZ/17

KOMPAS.com - Kabar rencana perusahaan aplikasi transportasi Go-Jek untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan skema backdoor listing santer terdengar beberapa waktu lalu.

Perusahaan start-up itu disebut-sebut akan masuk melalui PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), pemilik armada Taksi Express.

Backdoor listing ibarat jalan memutar, yakni dengan mengakuisisi perusahaan yang sudah terdaftar di bursa saham. Dengan demikian, Go-Jek secara tidak langsung akan melantai di bursa tanpa harus menggelar IPO.

Konon, aksi ini diambil lantaran ada pemodal Go-Jek yang keberatan jika identitas dan modalnya diketahui oleh publik.

Baca juga : Go-Jek Dikabarkan Pilih Skema Backdoor Listing Ketimbang IPO untuk Melantai di Bursa

Lantas apa tangapan pihak Taksi Express dengan kabar tersebut? Seperti dikutip dari Kontan.co.id, manajemen TAXI mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui ihwal rencana tersebut.

"Saat ini kami belum mendapatkan informasi dari pemegang saham utama perseroan terkait dengan rencana akuisisi yang hendak dilakukan oleh Go-Jek terhadap perseroan," kata Benny Setiawan, Direktur Utama TAXI dalam keterbukaan kepada BEI, Selasa (20/3/2018).

Benny juga bilang, perusahaan tidak mengetahui mengenai informasi-informasi lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan dan mempengaruhi harga saham TAXI.

Rumor yang beredar ini ternyata mengatrol saham TAXI. Sebagai informasi, pada Selasa (20/3/2018), saham operator taksi ini mencatatkan kenaikan sebesar 34,97 persen ke level Rp 220 per saham.

Baca juga : BEI Sebut Go-Jek Lebih Mudah Masuk Bursa dengan IPO daripada Backdoor Listing

Sulit

Direktur Bursa Efek Indonesia ( BEI) Samsul Hidayat sebelumnya mengatakan, secara struktur backdoor listing agak sulit dilakukan oleh Go-Jek, karena valuasi salah satu unicorn Indonesia itu yang sangat besar.

"Kalau Go-Jek akan lebih mudah jika melakukan penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO)," kata Samsul. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X