Faisal Basri: Tidak Ada Negara yang Tidak Berutang

Kompas.com - 21/03/2018, 15:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior Institute for Development for Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri mengungkapkan, utang sebuah negara merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam roda pemerintahan setiap negara.

Menurut dia, negara sebesar Arab Saudi saja tetap membutuhkan utang dalam mengelola negara.

"Saudi Arabia saja berutang. Tidak ada negara yang tidak berutang. Utang itu bagian inheren (hubungan erat) dari pengelolaan negara," ujar Faisal saat diskusi dengan media di Kantor Indef, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Selain itu, lanjut Faisal, meskipun penerimaan negara sedang dalam kondisi baik, negara akan tetap memerlukan utang.

Baca juga : Faisal Basri: Apa Untungnya Punya Freeport?

"Misalnya, ketika penerimaan negara sedang bagus tetap saja kita berutang. Utangnya di mana? penerbitan utang baru dengan bunga lebih murah untuk membayar utang baru yang bunganya lebih tinggi," sebut dia.

Namun Faisal menyoroti utang luar negeri Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya, baik secara nominal maupun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB).

Tercatat, pada akhir 2014, utang pemerintah mencapai Rp 2.609 triliun dengan rasio 24,7 persen terhadap PDB.

Sementara hingga akhir 2017, utang pemerintah mencapai Rp 3.942 triliun dengan rasio 29,4 persen.

Baca juga: Ini Cara Pemerintah Melunasi Utang Luar Negeri yang Tembus Rp 4.000 Triliun

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Utang Luar Negeri Indonesia pada akhir Januari 2018 meningkat 10,3 persen (yoy) menjadi 357,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.915 triliun (kurs Rp 13.750 per dollar AS).

Adapun rinciannya adalah 183,4 miliar dollar AS atau setara Rp 2.521 triliun utang pemerintah dan 174,2 miliar dollar AS atau setara Rp 2.394 triliun utang swasta.

Kompas TV Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang membandingkan utang luar negeri Indonesia dengan Jepang, menuai banyak kontroversi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.