Perbankan Indonesia Bebas Dari "Skimming" Ketika...

Kompas.com - 22/03/2018, 10:45 WIB
Polisi mengamankan tersangka skimming ATM asal Bulgaria bernama Baltov Kaloyan Vasilev (42) di Jakarta Pusat, Sabtu (17/3/2018). Polisi dibantu tiga petugas keamanan untuk meringkus Baltov, Senin (19/3/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPolisi mengamankan tersangka skimming ATM asal Bulgaria bernama Baltov Kaloyan Vasilev (42) di Jakarta Pusat, Sabtu (17/3/2018). Polisi dibantu tiga petugas keamanan untuk meringkus Baltov, Senin (19/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu terungkap tindak kejahatan dengan metode skimming yang menimpa nasabah beberapa bank.

Kejahatan dengan metode skimming dilakukan dengan memasang perangkat skimmer pada mesin ATM untuk membaca data nasabah yang ada di dalam kartu debit.

Alhasil, pelaku pun dengan leluasa menggasak dana nasabah. Kejahatan dengan metode skimming tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara-negara lain, tanpa terkecuali negara maju.

Lalu, kapan perbankan Indonesia bisa terbebas dari kejahatan skimming? Direktur Risk Management & Compliance PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ahmad Siddik Badrudin memberikan pandangannya.

Baca juga : Bank Mandiri Cegah Kejahatan Skimming, Pasang Alat Khusus di ATM

"Fraud (kejahatan) skimming akan bisa dieliminasi 100 persen kalau semua bank di Indonesia mengganti kartu dengan cip," kata Siddik di Plaza Mandiri, Rabu (21/3/2018).

Tidak hanya kartu debit atau kredit yang mesti seluruhnya diubah dari pita magnetik (magnetic stripe), perubahan juga harus dilakukan pada mesin ATM dan electronic data capture (EDC).

Siddik menyebut, seluruh mesin ATM dan EDC harus diprogram untuk hanya bisa menerima kartu yang dilengkapi cip.

Menurut Siddik, berdasarkan kesepakatan terakhir dengan Bank Indonesia (BI), seluruh bank di Indonesia telah mengganti kartu debitnya menjadi kartu yang dilengkapi cip pada tahun 2021 mendatang.

Baca juga : Ketika Kejahatan Skimming Hantui Nasabah Bank...

 

Hingga saat itu tiba, imbuh Siddik, maka kejahatan skimming kemungkinan besar masih akan terus terjadi.

Hal yang bisa dilakukan oleh bank selain mempercepat migrasi kartu menjadi kartu dengan cip adalah melakukan serangkaian tindakan mitigasi risiko. Namun demikian, tidak berarti bahwa mitigasi risiko tersebut menjamin kejahatan skimming tak lagi terjadi.

"Kami akan sering mengecek mesin ATM apakah dipasang skimmer atau kamera, apa CCTV-nya jalan (berfungsi)?" tutur Siddik.

Apabila sebuah bank memiliki jumlah mesin ATM yang relatif sedikit, maka hal ini akan lebih mudah dan cepat dilakukan. Akan tetapi, hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi bank seperti Bank Mandiri yang memiliki belasan ribu mesin ATM.

Baca juga : Perbankan Mulai Realisasi Penggunaan Cip di Kartu ATM

"Bank Mandiri dan BRI memiliki belasan ribu mesin ATM. Perlu kerja luar biasa setiap hari atau beberapa hari sekali mengecek mesin ATM," jelas Siddik.

Siddik menyimpulkan, kejahatan skimming tidak bisa sepenuhnya dicegah selama belum semua kartu debit diganti ke cip. Hal ini pun akan terus diupayakan percepatannya oleh bank.

Kompas TV Polisi kembali meringkus satu pelaku dari sindikat pembobol uang nasabah melalui modus skimming pelaku yang diringkus adalah warga negara Bulgaria.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X