Awal Tahun, Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Meningkat

Kompas.com - 23/03/2018, 08:07 WIB
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia. Kompas.com/Robertus BelarminusIlustrasi Gedung Bank Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan peningkatan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan ( NPL) perbankan meningkat pada awal tahun 2018 ini. Meskipun demikian, bank sentral menyatakan kondisi sistem keuangan nasional tetap stabil.

Data bank sentral menunjukkan, rasio NPL pada Januari 2018 tercatat meningkat ke level 2,9 persen (gross). Sementara itu, rasio NPL net tercatat sebesar 1,3 persen pada bulan pertama tahun 2018.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Linda Maulidina menjelaskan, kenaikan rasio NPL perbankan pada awal tahun 2018 merupakan dampak musiman. Sebab, imbuh Linda, rasio NPL biasa mengalami kenaikan pada awal tahun setelah mengalami penurunan pada akhir tahun, yakni bulan Desember.

"Biasanya (rasio NPL) Januari naik karena seasonal (musiman) pertumbuhan kredit perkembangannya sedemikian," jelas Linda di Kompleks Perkantoran BI, Kamis (22/8/2018).

Baca juga : NPL Bank Papua Capai 20 Persen, Ini yang akan Dilakukan OJK

Linda menyebut, bank sentral meyakini bahwa rasio NPL perbankan pada tahun 2018 akan mengalami banyak penurunan. Hal ini sejalan dengan komitmen perbankan untuk menurunkan rasio NPL.

Selain itu, BI pun bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk memastikan perbankan menurunkan rasio NPL-nya.

Dengan demikian, rasio NPL diyakini dapat turun dan tetap berada pada level yang aman, serta mendukung pertumbuhan kredit perbankan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Data bank sentral menunjukkan, pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2018 tercatat sebesar 7,4 persen secara tahunan (yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 8,2 persen (yoy).

Baca juga : Kemenkeu: Lelang Bisa Turunkan Kredit Bermasalah Perbankan

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 8,4 persen (yoy) pada Januari 2018. Angka tersebut pun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan DPK pada bulan sebelumnya yang mencapai 9,4 persen (yoy).

Kompas TV Bank Mandiri mengalami lonjakan kredit bermasalah menjadi hampir 4 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X