Jelang Pertemuan IMF-Bank Dunia, Bandara Bali Perluas Lahan 5,8 Hektar

Kompas.com - 24/03/2018, 22:38 WIB
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFPecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam.

BADUNG, KOMPAS.com - Bali akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia yang dihelat pada Oktober 2018.

Guna menyambut pertemuan yang akan dihadiri setidaknya 17.000 peserta tersebut, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali pun bersolek.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Prayogi menyebut, belanja modal PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai operator bandara dalam mempersiapkan pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia mencapai Rp 2,2 triliun.

Yanus menuturkan, investasi tersebut untuk penyediaan fasilitas terkait pertemuan ekonomi bertaraf global itu.

Salah satu hal yang harus dilakukan, imbuh Yanus, adalah perluasan area bandara untuk membangun sejumlah fasilitas. Yanus menyebut, lahan yang diperlukan untuk upaya tersebut mencapai 5,8 hektar.

"Untuk pertemuan IMF-Bank Dunia kami butuh sekitar 5,8 hektar," kata Yanus kepada wartawan di sela-sela acara bersih-bersih Pantai Kelan, Bali, Sabtu (24/3/2018).

(Baca juga: Pertemuan IMF-Bank Dunia, Garuda Digandeng untuk Antisipasi Kekurangan Kursi Penerbangan)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara keseluruhan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai membutuhkan area seluas 48 hektar. Untuk melakukan perluasan area, sebut Yanus, pihaknya memiliki sejumlah rencana.

Pertama adalah rencana perluasan area dengan cara reklamasi laut. Untuk memuluskan rencana tersebut, Yanus menyatakan pihaknya harus terlebih dahulu mengajukan izin kepada pemerintah.

Area reklamasi adalah di sebelah barat landasan pacu (runway) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Namun, apabila izin untuk reklamasi tidak diterbitkan, maka perluasan area akan dilakukan dengan pemasangan tiang pancang.

"Kami meminta kepada pemerintah untuk diperkenankan (memanfaatkan area) pantai atau laut untuk menambah fasilitas luasan tanah," tutur Yanus.

Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia bakal diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018 mendatang di Nusa Dua, Bali. Sebanyak 17.000 peserta diperkirakan bakal hadir, terdiri dari 189 negara dan sejumlah lembaga internasional.

Peserta yang hadir antara lain kepala pemerintahan, menteri keuangan, gubernur bank sentral, bankir, akademisi, jajaran lembaga internasional, hingga kalangan pengusaha dan investor.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pesawat yang mendarat, Angkasa Pura I pun telah mempersiapkan lima bandara di sekitar Bali, termasuk bandara di Banyuwangi, Surabaya, dan Lombok.

Kompas TV Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,35 di 2018



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X