Pertemuan IMF-Bank Dunia, Bandara Ngurah Rai Tambah Kapasitas Parkir Pesawat

Kompas.com - 26/03/2018, 14:47 WIB
Berbagai maskapai terparkir di Bandara Ngurah Rai Bali, Senin (25/9/2017) KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOBerbagai maskapai terparkir di Bandara Ngurah Rai Bali, Senin (25/9/2017)

BADUNG, KOMPAS.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia 2018 pada Oktober 2018 mendatang. Pertemuan yang bakal dihadiri sekira 17.000 orang tersebut diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Bagi Indonesia, pertemuan berskala dunia tersebut merupakan kesempatan untuk menunjukkan sekaligus mempromosikan segala potensi yang ada, termasuk Bali. Sehingga, diharapkan pertemuan ini menjadi gerbang untuk masuknya investasi dan pariwisata.

Sebab, pertemuan tersebut tidak hanya dihadiri oleh delegasi IMF atau Bank Dunia. Kepala negara atau kepala pemerintahan, menteri keuangan, gubernur bank sentral, ekonom, akademisi, pengusaha, dan investor adalah beberapa profil peserta pertemuan tahunan tersebut.

Untuk mempersiapkan kedatangan para delegasi dan peserta Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bersolek. PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola salah satu bandara terbaik dunia tersebut pun menggelontorkan Rp 2,1 triliun hanya untuk pengembangan Bandara I Gusti Ngurah Rai jelang pertemuan IMF-Bank Dunia.

Baca juga: IMF: Kebijakan Tarif Impor Bisa Hancurkan Ekonomi AS

Corporate Secretary Angkasa Pura I Israwadi menyebut, angka tersebut merupakan bagian dari belanja modal (capital expenditure) perseroan pada tahun ini yang mencapai Rp 18,8 triliun.

Beberapa pengembangan yang dilakukan antara lain penambahan kapasitas parking stand apron alias tempat parkir pesawat. Israwadi menyebut, Angkasa Pura I akan menambah 11 parking stand apron.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Parking stand apron targetnya tambah 11 dari 52 menjadi total 63. Itu untuk 11 pesawat narrow body (pesawat berbadan ramping), bisa juga 6 narrow body dan 3 wide body (pesawat berbadan lebar)," kata Israwadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akhir pekan lalu.

Israwadi menyebut, ada pula sejumlah delegasi yang menggukan pesawat jet pribadi. Untuk itu, Angkasa Pura I akan mengoptimalkan beberapa bandara di sekitar Bali sebagai tempat parkir pesawat, antara lain Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Bandara Banyuwangi.

Angkasa Pura I pun akan menambah kapasitas pergerakan pesawat per jam menjadi 33 pesawat per jam. Saat ini, pergerakan pesawat di Bandara Bali mencapai 30 pesawat per jam.

Tidak hanya itu, Angkasa Pura I juga akan menambah counter check in di terminal keberangkatan internasional Bandara Bali. Counter check in akan ditambah 30 unit dari 96 counter menjadi 126 counter.

Selain itu, Angkasa Pura I juga akan menambah lahan parkir mobil untuk mengakomodasi transportasi darat para delegasi dan peserta. Israwadi menuturkan, pihaknya akan menambah sebanyak 1.600 satuan ruang parkir (SRP) di Bandara Bali.

"Lahan parkir akan ditambah 1.600 SRP, itu adalah satuan slot untuk parkir (mobil)," sebut Israwadi.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.