Misi Dagang Taiwan Catat Potensi Transaksi Rp 414,45 Miliar

Kompas.com - 26/03/2018, 17:05 WIB
dan UKM Agus Muharram bersama Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda dan Ketua Komtap Pengembangan Ekspor KADIN Handito Joewono pada saat dialog dengan peserta di acara Trade And Export For All di Smesco, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pramdia Arhando Juliantodan UKM Agus Muharram bersama Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda dan Ketua Komtap Pengembangan Ekspor KADIN Handito Joewono pada saat dialog dengan peserta di acara Trade And Export For All di Smesco, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

KOMPAS.com – Para pelaku usaha Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar 30,7 juta dollar AS atau sekira Rp 414,45 miliar (kurs Rp 13.500) pada one on one business matching yang berlangsung Jumat (23/3/2018) di Taiwan.

One on one bussiness matching merupakan rangkaian misi dagang Kementerian Perdagangan ke Taiwan yang berakhir pada Minggu (25/3/2018). Jasa tenaga kerja mendominasi potensi transaksi tersebut.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan ( Kemendag) Arlinda memimpin misi dagang ini.

Menurut dia, potensi perdagangan ke Taiwan akan terus bertambah karena masih ada pertemuan B-to-B antara pelaku usaha Indonesia dengan Taiwan pada kegiatan Indonesian Week.

Baca juga : Gencarkan Misi Dagang, Kemendag Boyong Pelaku Usaha ke Taiwan

“Kontribusi terbesar terhadap potensi transaksi datang dari sektor jasa tenaga kerja dengan nilai lebih dari 15 juta dollar AS. Terbesar kedua adalah investasi USD 9,5 juta, diikuti perdagangan barang sebesar 6,2 juta dollar AS,” ungkap Arlinda melalui rilis pers. 

Produk-produk yang banyak diminati dalam one on one business matching ini yaitu produk perawatan kecantikan, kopi, makanan olahan, jasa tenaga kerja terampil, serta investasi di beragam sektor, yaitu sektor logistik dan pergudangan; industri kosmetik; industri daur ulang kabel; industri daur tembaga; industri alat kesehatan; dan industri jasa coating material.

"Melalui business matching kali ini, diharapkan akan dihasilkan transaksi perdagangan potensial yang kontributif bagi peningkatan nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Taiwan di masa depan," ujar Arlinda.

Dalam kegiatan ini, terdapat potensi proyek investasi pembangunan pabrik atas produk limbah (abu) dari kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan fiber glass untuk badan pesawat terbang oleh Yeu Fong International Technology Corp (Taiwan). Potensi ini akan ditindaklanjuti oleh pihak Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia.

Kemendag berkomitmen terus memfasilitasi dunia usaha di Tanah Air untuk bekerja sama dengan berbagai mitra dagang Indonesia, salah satunya Taiwan.

Kerja sama tersebut menjadi penting karena merupakan upaya meningkatkan perdagangan dan menciptakan iklim usaha yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Melalui “New Southbound Policy”, Taiwan berusaha menggaet lebih banyak mitra kerja sama. Kebijakan tersebut bertujuan mempererat serta memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Taiwan dengan negara-negara di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

"Momentum kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mengarah pada kerja sama yang saling menguntungkan, bahkan meningkat," pungkas Arlinda.

Kompas TV BPS merilis neraca perdagangan Indonesia di bulan Februari 2018.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X