Produsen Senjata Api Tertua di AS Ajukan Pailit

Kompas.com - 26/03/2018, 18:30 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Remington Outdoor Brands, salah satu pabrikan senjata api tertua di AS mengajukan dokumen kepailitan. Sejak mengajukan dokumen tersebut, Remington tetap dapat menjalankan bisnisnya sambil merestrukturisasi utangnya yang menggunung.

Dikutip dari CNN Money, Senin (26/3/2018), Remington berencana menurunkan utang sebesar 700 juta dollar AS melalui pengajuan dokumen Chapter 11, dokumen kepailitan korporasi AS. Pengajuan dokumen ini pun akan berkontribusi sebesar 145 juta dollar AS kepada anak-anak usaha Remington.

Meskipun mengajukan pailit, Remington berencana tetap memproduksi senjata api. Dalam pernyataan resminya, ketika Remington pertama kali mengumumkan rencana pengajuan pailit pada Februari 2018 lalu, operasional perusahaan tidak terganggu dengan proses restrukturisasi.

Baca juga : Tidak Terima Diputus Pailit, Nyonya Meneer Ajukan Kasasi ke MA

Remington adalah salah satu produsen senjata api tertua dan tersohor di dunia, didirikan pada tahun 1816. Berpusat di negara bagian North Carolina, Remington memproduksi beragam jenis senjata api, mulai dari pistol hingga senapan di pabriknya di Ilion, negara bagian New York.

Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, industri senjata api menderita anjloknya penjualan dan laba.

Perusahaan senjata lainnya, seperti American Outdoor Brands yang memilkki merek Smith & Wesson pada bulan ini mengumumkan merosotnya pendapatan, sementara Sturn Ruger pada Februari 2018 lalu juga mengumkan anjloknya kinerja keuangan dan merumahkan raturan pekerja.

Baca juga : Bangganya Menjajal Senjata Api Buatan Anak Negeri...

Salah satu produk senjata api Remington yang paling terkenal adalah model Bushmaster AR-15. Senapan jenis ini digunakan oleh pelaku penembakan massal di Sandy Hook, Newtown, negara bagian Connecticut pada tahun 2012 lalu.

Akibat tragedi tersebut, Remington dituntut oleh para anggota keluarga korban. Kuasa hukum para keluarga korban menyatakan pailitnya Remington tidak memberikan dampak materiil bagi kliennya.

Kompas TV Presiden perancis mengatakan, semua bukti mengindikasikan bahwa insiden pernyanderaan adalah aksi teror.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN Money
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.