Keluh Kesah Pengemudi Ojek Online di Tengah Perang Tarif Aplikator

Kompas.com - 28/03/2018, 05:35 WIB
Pengemudi ojek online melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/3). Massa dari pengemudi ojek online menuntut pemerintah membantu untuk berdiskusi dengan perusahaan transportasi online agar merasionalkan tarif. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengemudi ojek online melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/3). Massa dari pengemudi ojek online menuntut pemerintah membantu untuk berdiskusi dengan perusahaan transportasi online agar merasionalkan tarif.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terik matahari, kemacetan jalanan Jakarta, dan panasnya suhu jalan raya menjadi makanan setiap hari pengemudi ojek online.

Pasukan berjaket hijau ini menjadi penghias jalan-jalan utama Ibukota negara, selain menjadi penyelamat ditengah kemacetan, ojek online juga menjadi tunggangan baru bagi kaum pekerja metropolitan dan generasi milenial.

Di tengah masifnya perkembangan transportasi online di Indonesia, ternyata ada perang tarif dari perusahaan penyedia aplikasi transportasi online yakni Grab dan Gojek.

Ditemani segelas kopi, Boeno salah satu pengemudi ojek online Grabike bercerita bahwa saat ini kedua perusahaan aplikator tersebut tengah berlomba-lomba menjaring konsumen. Tak pelak harga paling rendah yang menjadi cara ampuh menarik penumpang.

Tampak raut wajah penuh harap Boeno, agar perang tarif segera diakhiri dan mendapatkan solusi terbaik.

"Sekarang ini perang tarif, Uber aja udah cabut, sekarang tinggal dua (perusahaan aplikator) dan mereka adu murah, kita aja yang dilapangan ngerasain," ujar Boeno salah satu pengemudi ojek online aplikasi GrabBike kepada Kompas.com di Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Boeno mengungkapkan, pada awal ojek online ada di Indonesia tarif per kilometer-nya mencapai Rp 4.000 per kilometer dan sudah sangat wajar bagi mitra pengemudi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekarang enggak manusiawi, per kilometer Grab Rp 1.600, Gojek Rp 1.600 lewat dikit, kita minta jangan ada perang tarif gini," keluhnya.

Bahkan Boeno mengatakan, dirinya pernah mendapatkan penumpang dari Jakarta Selatan (Jaksel) menuju Pinang Ranti di Jakarta Timur (Jaktim) mendapatkan argo yang sangat rendah.

"Saya dari Jaksel ke Jaktim cuma 34.000, kita bingung kalau enggak di ambil kita kena peringatan dari perusahaan, kalau diambil kejauhan, tapi diambil aja mau gimana lagi, walaupun bolak balik dua jam setengah," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.